Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2009 » January

Archive for January, 2009

Wordpress, dan blogging, di Indonesia

Sunday, January 18th, 2009

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Satu acara yang saya terpaksa lewatkan dengan penuh sayang adalah Wordcamp Indonesia. Tapi namanya deadline harus dikalahkan terlebih dahulu. Jadi saya gembira sekali ketika ada laporannya di blog Kun.co.ro.

Beberapa informasi yang menarik :

  1. B.Indonesia menduduki rangking ke #3 di Wordpress.com, hanya kalah dari b.Inggris & Spanyol
  2. B.Indonesia adalah yang tumbuh tercepat nomor #2 di Wordpress.com
  3. Pengguna Wordpress.org dan Wordpress.com cukup berimbang : ini kejutan yang cukup menarik. Ternyata cukup besar pengguna Wordpress yang bisa memasangnya sendiri (download dari wordpress.org, lalu setup)

Banyak kesimpulan menarik dan potensi peluang yang bisa ditarik dari beberapa data ini.
Satu contoh, jika traffic Wordpress.com dari Indonesia menyamai traffic Detik.com (dan mengalahkan Kompas.com), maka dengan data dari poin 3 - berarti traffic Wordpress.com DAN Wordpress.org bisa 2x lipat dari traffic Detik.com. Wow.

Inilah kekuatan platform blog yang dimungkinkan dengan software open source. Beberapa dari kita mungkin masih ingat bagaimana blog dulu tidak terlalu meledak ketika toolsnya masih proprietary dan/atau mahal dan/atau tidak terbuka. Kini ketika platform blog telah dibebaskan dengan berbagai software blog open source yang nyaman digunakan, maka kita semua yang meraup manfaatnya.

Terus nge-Blog ! :)

Harry Sufehmi & Opensource

Saturday, January 17th, 2009

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Blog saya adalah sebuah blog yang dikenal dengan istilah “blog gado-gado”. Segala macam bisa Anda temukan disana :D
Mulai dari pemikiran, curhat, review, artikel teknis, pengalaman hidup, dan lain-lainnya. Pokoknya gado-gado betul. Betulan segala macam bisa Anda temukan disana.

Termasuk, ternyata, ada banyak artikel seputar Open Source disana. Namun, mungkin selama ini tenggelam di tengah keriuhan berbagai artikel lainnya. Saya sendiri kadang agak kesulitan untuk menemukan artikel Open Source tertentu di blog tersebut, he he ;)

Karena itu barusan saya sudah membuatkan blog khusus untuk topik ini, dengan nama yang sama sekali tidak kreatif :DOpensource @ Sufehmi.com
Disini Anda akan bisa menikmati semua artikel-artikel saya seputar Opensource dengan nyaman.

Enjoy !

Virus di Linux

Sunday, January 11th, 2009

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Salah satu pertanyaan lainnya yang paling banyak ditanyakan di berbagai seminar mengenai Open Source / Linux adalah tentang virus - apakah ada virus di Linux ?

Secara teknis, ya, ada virus di Linux. Itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah.
Namun itu belum menjelaskan - karena SEMUA sistim komputer pasti bisa dibuatkan virusnya. Yang lebih penting untuk diketahui adalah kemudahan penularannya. Karena jika ada banyak virus, namun tidak menyebar, maka sama saja seperti dengan tidak ada virus kan?

Karena itu mari kita ubah pertanyaannya :
Apakah mudah bagi virus untuk menyebar di Linux ?

Jawabannya : Tidak :)
Bagi seekor virus, sangat sulit untuk menyebar di platform Linux.
Apalagi sampai pada level epidemik, dimana bisa ada jutaan komputer yang terinfeksi setiap harinya. Ini akan sangat sulit terjadi di Linux, dan memang belum pernah ada yang berhasil melakukannya.

Terlampir adalah sebuah email diskusi soal ini dengan kawan saya :

menurut saya linux tidak kebal terhadap virus, hanya bedanya dengan
windows:
- windows sudah lebih banyak yang pakai (pembuat virus tentu saja ingin
“ketenaran” semakin banyak yg terinfeksi akan membuatnya lebih bangga)
- varian linux terlalu banyak –> capek bikin virus yang bervariasi per
distro

beberapa reference:
http://www.desktoplinux.com/articles/AT3307459975.html
http://www.theregister.co.uk/2003/10/06/linux_vs_windows_viruses

Artikel2 ini sudah dibuat sejak tahun 2003. Dan saat ini (desktop) Linux jelas sudah JAUH lebih populer daripada 5 tahun yang lalu - sehingga mustinya sudah jauh lebih menarik untuk menjadi target .

Pertanyaannya: dimana virus Linux ? :)

Ada beberapa penyebab kenapa virus sulit berkembang di Linux :

(1) Secure default install : closed services :
Berbagai distro Linux sekarang sudah jauh lebih bijak daripada 5 tahun yang lalu. Misalnya, default install Ubuntu bahkan tidak menjalankan SSH server. Default install berbagai distro Linux sekarang tidak ada menghasilkan open listening port.

(2) Secure default install : non-admin default access :
Berbagai distro Linux sekarang mempraktekkan hal ini dengan baik, dan berimbang dari segi kemudahan vs keamanan : dengan implementasi sudo, maka sehari2 user bisa bekerja dengan produktif dengan aman karena bukan sebagai root user.

(3) Application-level firewall :
Merupakan software terpisah di Windows — di beberapa distro ini adalah layanan yang sudah disertakan secara default. Misal: AppArmor di Suse/Imunix/Ubuntu/dll.

App-firewall kini makin penting, karena makin banyak security hole di aplikasi yang di eksploit — bukan lagi di level operating system.

Dan masih ada beberapa hal lainnya.
Bagi pemerhati topik computer security, sangat menggembirakan melihat bahwa ada tindakan-tindakan proaktif dari berbagai vendor Linux. Dan karena disandarkan pada pondasi security yang solid, Unix/Linux, maka hasilnya juga cukup menggembirakan.
Yaitu tercapainya keseimbangan antara security dengan kemudahan pemakaian.

Menilik semua faktor tersebut, saya kira akan sulit bagi sebuah virus untuk dapat berkembang sampai ke level epidemik — sebagaimana yang terjadi dengan berbagai virus di platform Windows.

Salam, HS

Satu lagi pendapat yang menarik adalah dari John Stewart, Chief Security Officer Cisco. Pada pidatonya di konferensi AusCERT 2009, John menyatakan bahwa karena anti-virus yang ada tidak efektif (komputer tetap bisa terinfeksi), maka sebetulnya sia-sia / tidak ada gunanya.

Dikutip :

By Liam Tung, ZDNet Australia
Posted on ZDNet News: May 21, 2008 5:41:27 AM

Companies are wasting money on security processes–such as applying patches and using antivirus software–which just don’t work, according to Cisco’s chief security officer John Stewart.

Speaking at the AusCERT 2008 conference in the Gold Coast yesterday, Stewart said the malware industry is moving faster than the security industry, making it impossible for users to remain secure.

“If patching and antivirus is where I spend my money, and I’m still getting infected and I still have to clean up computers and I still need to reload them and still have to recover the user’s data and I still have to reinstall it, the entire cost equation of that is a waste.

“It’s completely wasted money,” Stewart told delegates. He said infections have become so common that most companies have learned to live with them.

Jadi kuncinya adalah pencegahan. Jika suatu sistem sulit untuk ditembus, maka virus akan sulit untuk bisa menyebar. Dan pada pembuat virus pun jadi kehilangan minat.

Dengan menggunakan Linux, kita sudah secara efektif memblokir berbagai macam virus / trojan / spyware. Kita jadi bisa bekerja dengan tenang tanpa perlu memusingkan soal virus lagi. Sangat menyenangkan bukan ?