Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2008 » July

Archive for July, 2008

Tidak Punya Handphone ? ?

Tuesday, July 29th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

1998: Solidarity (”Yeah, me neither–I hate those things!”)

1999: Envy (”Lucky you; I had to get one for work.”)

2000: Indifference (”Okay, what’s your home phone number then?”)

2001: Encouragement (”You should get one–you can play Tetris on them now!”)

2002: Confusion (”I thought you were, like, a tech guy.”)

2003: Sympathy (”They’re getting pretty cheap. You’ll be able to afford one soon.”)

2004: Irritation (”So how am I supposed to get a hold of you?”)

2005: Derision (”If we go out tonight I’ll send you a fax.”)

2006: Skepticism (”Are you serious?”)

2007: Awe (”Wow, you’re like the last one.”)

2008: Incomprehension (”You don’t … how …?”)

:D

Sumber : Defective Yeti

Banyak produk Sunblock Tidak Efektif dan/atau Berbahaya

Monday, July 28th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

EWG (Environmental Working Group) di Washington baru-baru ini menemukan bahwa ternyata 4 dari 5 produk sunblock yang mereka uji tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap radiasi sinar matahari. Sehingga 80% dari produk itu tidak efektif melindungi kita dari efek sampingan radiasi yang berbahaya, seperti kanker kulit :(

Informasi lebih detail mengenai bahaya radiasi sinar matahari bisa dibaca disini.

Beberapa produk sunblock malah mengandung zat berbahaya yang mudah masuk ke dalam tubuh melalui kulit; seperti oxybenzone, yang bisa merusak DNA dan makin memperbesar kemungkinan terjadinya kanker kulit (!)

Saya mencoba mencari merk Nivea, salah satu merk sunblock yang paling populer di Indonesia, di database EWG. Ternyata, semua produk Nivea yang mereka tes masuk kategori 7 - high hazard :(
2 di antaranya malah mengandung Oxybenzone.

Hal ini sangat relevan karena saya senang berenang dengan anak-anak. Terutama karena saya dan anak saya menderita asma - yang bisa terbantu dengan berolah raga seperti berenang.

Apakah sunblock yang Anda gunakan juga berbahaya ? Silahkan bisa Anda cari informasinya di database sunblock EWG.

Semoga bermanfaat.

Bonus:

Produk air freshener, deterjen, laundry, dan berbagai produk dengan pewangi ternyata mengandung berbagai zat beracun. 5 dari 6 produk dengan pewangi, yang di test oleh Profesor Anne Steinemann dari University of Washington, mengandung zat beracun penyebab kanker yang sangat berbahaya, yang oleh EPA (Environmental Protection Agency) dinyatakan sebagai tidak boleh terekspos kepada manusia sama sekali.

Dicurigai berbagai zat-zat tersebut telah menyebabkan berbagai kesusahan dan masalah kesehatan bagi manusia modern - kanker, asma, sex development, alergi, dll. :(

Detail lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel ini - Arnold Schwarzenegger sepertinya telah menemukan musuh yang tidak akan bisa dia basmi sepanjang hayatnya.

EU (European Union) sudah mulai berusaha mengatasi hal ini, dengan mewajibkan para produsen produk dengan pewangi untuk mencantumkan 26 bahan berbahaya jika digunakan di produk ybs. Belum ada hukum seperti ini di Amerika. Idealnya, seluruh bahan berbahaya harus dicantumkan tanpa kecuali, sehingga kita bisa menghindarinya. Mungkin Indonesia mau jadi pelopornya?

Quote :

“In the meantime, I’d recommend that instead of air fresheners people use ventilation, and with laundry products, choose fragrance-free versions.” — Prof. Anne Steinemann

Solusi sementara ? Hindari produk dengan pewangi ? Agak susah ya, tapi ya kita coba saja.

Codefetch.com dkk - search engine untuk source code

Sunday, July 27th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Pernah mencoba melakukan pencarian spesifik untuk bahasa pemrograman tertentu di Google? Tentunya Anda sudah tahu apa arti dari kata “frustasi” — seringkali Anda membutuhkan informasi tersebut segera, namun hasil Google banyak yang meleset.

Codefetch bisa membantu Anda disini. Dimana Google bersifat umum, Codefetch melakukan pencarian pada contoh-contoh program yang ada di berbagai buku pemrograman. Karena itu, hasil pencarian di Codefetch cenderung lebih tepat & berupa source code yang berkualitas.

Beberapa contoh aksi Codefetch bisa dibaca di artikel ini.

Tidak itu saja, Anda juga bisa menemukan tampilan ala Google Zeitgeist di halaman ini.
Sip lah, ternyata PHP masih tetap nomor satu :D (buru-buru pakai baju tahan api)

Perlu yang lebih powerful lagi ? Anda bisa mencoba Koders.com

Silahkan baca panduan pemulanya, cukup mengesankan bukan ?

Jadi programmer saat ini makin mudah saja. Kalau dulu kadang musti mencari-cari contoh source code di BBS luar negeri, dengan membayar biaya telpon SLI :P

Dan jika itu masih belum cukup, Anda masih bisa mencoba Krugle, dan CSourceSearch

Happy coding !

Cara Mudah BBM Murah

Wednesday, July 23rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tahukah Anda bahwa ada cara mudah & GRATIS (tidak perlu membeli alat apapun) untuk membuat BBM menjadi murah ?

Bagi para pengguna kendaraan pribadi, mahalnya BBM cukup terasa signifikan. Bahkan bagi pengendara motor sekalipun - ada staf kami yang mengeluh karena biaya BBM motornya menghabiskan 10% dari gaji bulanannya.

Bersamaan dengan masalah ini, ada banyak oportunis yang berusaha mengail di air keruh. Mereka menjanjikan hasil selangit - asalkan Anda membayar mereka untuk membeli alat / produk dari mereka. Kabar buruknya; banyak produk tersebut yang penghematannya tidak seimbang dengan biaya yang sudah Anda keluarkan.
Jadi, bagaimana solusinya ?

Sebetulnya solusinya cukup mudah, dan dengan hasil yang sangat signifikan :

  • Penggunaan BBM menjadi lebih hemat
  • Jarak jangkau kendaraan menjadi lebih jauh dengan uang yang sama / lebih sedikit
  • Polusi udara menjadi berkurang

Berikut ini adalah 2 tips yang dapat membantu Anda menghemat BBM dengan hasil yang paling signifikan.

Hindari akselerasi & rem mendadak

Akselerasi & rem / berhenti secara mendadak sangat boros / membuang BBM secara percuma, dan juga bisa mempercepat usang berbagai komponen mobil Anda.

Pada akselerasi mendadak, yaitu menekan pedal gas dengan dalam, pembakaran BBM terjadi dengan tidak sempurna. Ada banyak sekali BBM yang jadi terbuang percuma karenanya, dengan hanya memberikan sedikit penambahan akselerasi.
Pembakaran BBM yang tidak sempurna juga cenderung menghasilkan polusi yang lebih banyak.

Kenali kemampuan mesin mobil Anda. Biasakan untuk menekan pedal gas secara ringan saja, sekedar batas akselerasi normal mesin mobilnya.

Dengan demikian, maka pembakaran BBM bisa menjadi lebih menyeluruh, dan bisa jauh lebih banyak BBM yang berubah secara sempurna menjadi energi untuk menggerakkan mobil.

Tentang rem / berhenti mendadak, kerugiannya 2 kali lipat, yaitu :

  1. Komponen-komponen rem & ban menjadi lebih cepat usang
  2. BBM yang sudah dikonversi menjadi energi kinetik / laju mobil langsung lenyap dalam seketika begitu saja

Biasakan berhenti secara perlahan. Idealnya, Anda cukup melepaskan pedal gas, dimana laju mobil otomatis akan berkurang sendiri secara alamiah karena berbagai hal (friksi di mesin, di jalan, gravitasi, dst). Tekan rem untuk berhenti total saja.

Tentu saja ini harus dilakukan secara baik, jangan sampai malah jadi membahayakan Anda maupun pengendara lainnya :)

Kita bisa menghindari berhenti mendadak dengan mempraktekkan gaya mengemudi defensive driving. Cara mengemudi ini, secara ringkas, tidak hanya memperhatikan kendaraan Anda sendiri - namun juga awas dengan lingkungan sekitar dan memungkinkan Anda mampu untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan bahaya.

Mungkin saja Anda sudah mengemudi secara aman - tapi bagaimana dengan pengendara lainnya ? Bagi Anda yang berada di Jakarta, tentu Anda sudah tahu bahwa mengemudi dengan aman bukan jaminan bebas dari kecelakaan. Saya sendiri dalam 3 minggu ini saja sudah **di** tabrak 2 kali. Sayangnya kejadian tersebut terjadi pada saat saya berhenti, sehingga tidak bisa dielakkan dengan teknik defensive driving. Tapi pada banyak kesempatan lainnya saya alhamdulillah berhasil selamat dari kecelakaan berkat teknik ini, dan juga sudah menghemat banyak uang karena jadi jarang berhenti mendadak.

Salah satu artikel berisi tips-tips praktis defensive driving bisa dibaca di blog ini. Kalau ada yang lebih jelas & lengkap, silahkan kabarkan kita semua ya.

Jaga agar RPM selalu dibawah angka 2

Ini ternyata adalah salah satu dosa terbesar saya sebelumnya - sering sekali saya memaksa mesin mobil bekerja sampai RPM 4 atau 5. Berarti sekitar 4000 atau 5000 rotasi per menit.

Sebetulnya ini tidak perlu, dan amat boros BBM.

Setelah saya coba, kita bisa tetap mendapatkan performa yang cukup nyaman dari mobil tanpa perlu melewati RPM 2.

Jadi, pastikan & biasakan untuk ganti persneling sebelum RPM mesin melewati angka 2.

Pada beberapa mobil dengan persneling otomatis - seperti Honda Jazz, ini adalah setting standar. Namun beberapa mobil otomatis lainnya kadang baru akan pindah gigi pada RPM yang lebih tinggi, sehingga cenderung lebih boros BBM. Jika demikian halnya, coba tanya ke dealer mobil ybs, dan minta agar disetting ulang.

Jika kita bisa melakukan ini, maka akan segera nampak bahwa konsumsi BBM kendaraan kita menjadi turun secara cukup drastis.

Pada mobil Honda Jazz, ini berarti kecepatan maksimal sekitar 80 - 90 km/jam. Ini sudah cukup cepat, dan tetap hemat BBM.

Itu saja ??

Ya, cukup itu saja :)
Walaupun ada banyak trik-trik lainnya, namun 2 tips tersebut adalah yang paling signifikan menghemat BBM.

Pada kasus saya, mileage / jarak tempuh mobil saya setelah pengisian BBM meningkat drastis, dari 300 km menjadi 400 km !

Jadinya bagi saya serasa seperti BBM tidak naik :) karena pengeluaran saya untuk BBM per kilometernya tetap sama saja. Sungguh menyenangkan.

Padahal, ini masih belum hemat betul. Kadang saya masih tergoda untuk menggeber mesin mobil melebihi RPM 2, he he

Kalau betul-betul dijaga, saya yakin satu kali isi bensin bisa cukup untuk menjelajah sampai sekitar 450 km. Ini target saya berikutnya.

Bagaimana dengan Anda? Seberapa besar penghematan yang bisa Anda capai dengan kedua tips ini ? Yuk coba kalahkan saya sejauh-jauhnya. Buatlah saya menjadi iri berat dengan prestasi Anda :)

Tips-tips lainnya

OK, sebetulnya masih ada banyak trik-trik lainnya. Namun, hasilnya tidak sebesar seperti 2 trik yang saya sampaikan sebelumnya.

Beberapa diantaranya :

  • Menjaga filter oli tetap bersih : terutama bagi mesin diesel. Filter oli yang kotor dapat menurunkan performa mesin, membuat boros BBM, dan menghasilkan lebih banyak polusi.
  • Mengisi ban dengan CO2 (karbon dioksida) : Ini yang dilakukan oleh mobil-mobil Formula 1.
    Bukan dengan Nitrogen :) (saya agak bingung kenapa banyak bengkel yang menyediakan ini - padahal udara yang kita hirup saja sudah 80% terdiri dari nitrogen !)
  • Car sharing : dengan berbagi tempat di kendaraan kita untuk orang lain, maka kita telah membantu mengurangi konsumsi BBM global. Syukur-syukur malah seperti yang dialami oleh kakak ipar saya - para penumpangnya turut urunan uang bensinnya, sehingga pengeluaran BBM nya jadi berkurang.
  • Naik sepeda : Zero BBM :) sejak sekitar tahun 2002 di Inggris saya sudah biasa bersepeda sampai ke kantor. Sangat menyenangkan, karena ada jalur sepeda di kanal-kanal Birmingham. Jadi kita bisa menghindari dari jalan raya, dan bisa bersepeda dengan tenang sambil menikmati pemandangan indah di sepanjang kanal tersebut. Rute yang saya jalani biasanya adalah Pipe bridge (dekat stadiun Aston Villa / rumah) sampai ke Farmer’s Bridge no: 9 (Central Birmingham).

    Badan sehat, dan biaya hemat. Sayang tidak bisa saya lakukan di Jakarta, karena saya alergi debu :(
    Tapi kalau Anda sanggup, maka ini jelas adalah pilihan yang cukup menarik.

  • Jaga tekanan angin di ban : Terlalu rendah, maka Anda membuang BBM secara percuma. Terlalu tinggi, maka kendaraan Anda jadi mudah slip. Dan pada kedua kasus tersebut sama-sama akan merusak ban lebih cepat.

Anda punya trik-trik lainnya ? Silahkan sharing juga dengan kita ya.

Terimakasih.

Dapatkan Refund US$ 200 dari Windows Vista !

Tuesday, July 22nd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Laptop / komputer Anda ada lisensi Windows Vista (non-OEM), namun Anda tidak menggunakannya ? Misal; Anda malah memasang Linux di komputer tersebut. Nah, Anda bisa mendapatkan refund - karena Anda telah membayar harga lisensi Windows Vista, namun tidak menggunakannya.

Uncle_Benji adalah seorang blogger yang berhasil mendapatkan refund sebesar US$ 200 (!!) dari HP, karena dia tidak jadi menggunakan Windows Vista di laptopnya yang seharga US$ 599. Ini berarti bahwa dia jadi hanya membayar US$ 399 (Rp 3.7 juta !) untuk laptop HP dv6815nr tersebut - dengan spec sebagai berikut :

  • AMD Turion (TM) 64 X2 (2.0GHz) dual-core processor
  • 160GB hard drive
  • 3 GB of memory (!!)
  • 15.4-inch widescreen display (1280 x 800)
  • NVIDIA GeForce 7150M graphics card
  • Dual Layer DVD Burner
  • 5-in-1 card reader
  • Ports: 3 USB ports, 1 FireWire port and S-Video Connection
  • Lainnya : Wifi, LAN, modem, infrared remote control, Altec Lansing speakers.

Wow ! :)

Ingin tahu bagaimana caranya? Silahkan bisa langsung dibaca di blognya Uncle_Benji.

Selamat mencoba.

Lifehack: Tags di Handphone

Sunday, July 6th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Selama ini kita sudah terbiasa dengan “tag”. Di blog kita bisa memberikan tag pada posting kita. Ini lebih nyaman & fleksibel dari kategori. Di flickr.com kita juga bisa memberikan tag, yang bahkan bisa membuat kita mudah menemukan foto kita. Contoh: http://flickr.com/photos/tags/aosi akan menampilkan semua foto yang diberikan tag “AOSI”. Dan demikian pula di berbagai situs lainnya. Tags memberikan keteraturan dengan mudah, tanpa perlu repot.

Ternyata, kita juga bisa memanfaatkan teknik tagging ini untuk mempermudah kita dalam mengatur daftar kontak di handphone kita :)

Sekilas cerita - daftar kontak di handphone saya kini sudah mencapai angka ratusan, dan sepertinya mulai mendekati angka seribu. Yang jelas sudah tidak bisa disimpan di SIM card lagi, he he. Bersama dengan itu mulai terjadi kebingungan. Misal, suatu hari saya mendapat telpon dari Stephen. Masalahnya - saya tidak ingat ini Stephen yang mana ?? Apakah yang dulu pernah bekerjasama dengan saya, atau yang pernah membuat masalah, atau..

Memang pada informasi kontak di handphone bisa kita cantumkan informasi tambahan pada setiap record. Seperti nama perusahaan, alamat, email, website, dst. Namun, ini tidak muncul pada layar kontak - kita harus membuka setiap record satu per satu. Dan kadang kita hanya perlu informasi ringkas; tidak perlu sedemikian detailnya.

Jadi muncullah ide tagging ini. Kini nama-nama kontak di handphone saya berbentuk seperti ini :

stephen /kolega_bcc
nurdin /kolega_takaful
eko /isnet
smith /jurnalis
haniwa /asuransi /pru-syariah

Maksudnya apa? Mungkin Anda masih bingung melihatnya.

Begini, biasanya untuk mencari sebuah nama, kita mengetikkan beberapa huruf awal nama dari ybs. Misal, jika saya ketikkan “s”, maka di layar tinggal nama stephen dan smith.

Nah, untuk mencari tag tertentu, cukup ketik “/” :)
Maka semua record yang sudah diberi tag akan muncul.

Setelah itu kita cukup ketikkan tag yang kita inginkan. Misal, jika kita ketikkan “/ko”, maka yang muncul di layar menjadi :

stephen /kolega_bcc
nurdin /kolega_takaful

Enak kan? Dengan mudah kita bisa cepat mensortir daftar kontak kita :)

Tags juga otomatis menjelaskan siapakah seseorang yang menelpon kita, karena turut muncul di layar handphone.

Semisal jika smith menelpon, sekilas langsung nampak bahwa smith yang /jurnalis yang mengkontak kita. Bukan smith yang partner bisnis Anda. Maka Anda bisa langsung memberikan sapaan yang juga sesuai.

Advanced tagging

Tags cenderung sederhana namun tetap powerful. Ini yang membuatnya menarik.

Namun tentu saja juga bisa dibuat lebih rumit. Saya pribadi berusaha tetap membuatnya sederhana, agar tidak membingungkan saya sendiri. Tetapi orang lain mungkin memerlukannya.

Saya sendiri membatasi tags di handphone saya sekedar bisa ada banyak. Contoh; pada info kontak haniwa diatas, jelas ada 2 tags yang saya cantumkan disitu, yaitu /asuransi & /pru-syariah.

Jadi jika saya mencari tag /pru maupun /asuransi, maka nama haniwa akan muncul pada kedua-duanya.

Dan tentu saja tidak terbatas pada 2 tags, Anda bisa memberikan tags sebanyak yang diperlukan, hanya dibatasi fitur pada handphone Anda saya kira.

Nah, jika Anda ada ide lainnya mengenai penggunaan tags di handphone; atau mungkin di hal-hal lainnya - silahkan dibagi dengan kita lho :)

Semoga bermanfaat.

AOSI - Asosiasi Open Source Indonesia

Tuesday, July 1st, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Alhamdulillah, setelah bekerja selama sekitar 1 bulan (sesuai dengan target yang diberikan), akhirnya AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia) resmi terbentuk pada tanggal 30 Juni 2008 kemarin ini. Pada acara di gedung Depkominfo tersebut hadir 15 anggota pendiri berikut tim formatur, dan juga jajaran pejabat Depkominfo serta Depristek. Acara berlangsung ringkas, penuh semangat dan komitmen.

Ini bukan hasil akhir, namun adalah awal dari perjuangan kawan-kawan di AOSI. Mohon doa restunya agar mereka bisa mengemban amanah ini dengan baik, dan bisa mencapai berbagai tujuan AOSI tanpa masalah yang berarti.

Liputan mengenai acara pendiriannya saya kira sudah banyak dibahas oleh berbagai media massa, beberapa saya lampirkan di akhir posting ini. Jadi disini saya akan lebih banyak berbagai mengenai berbagai cerita di balik layar dan di seputar pendirian AOSI saja.

Awalnya adalah usulan saya mengenai pembentukan Aliansi Open Source Indonesia (AOSI), yang saya sampaikan kepada ibu Lolly Amalia / Depkominfo pada tanggal 26 Mei 2008. Di luar dugaan, ternyata ide tersebut langsung disambut dan ditindak lanjuti dengan sangat cepat, dan langsung diberi bentuk yang lebih riil - yaitu sebagai Asosiasi (Open Source Indonesia).
Pada tanggal 28 Mei 2008 kemudian langsung diadakan forum diskusi di acara IGOS Summit 2, dimana AOSI disepakati. Dan terus dilanjutkan dengan acara penutupan IGOS Summit 2, yang sekaligus juga mengumumkan mengenai AOSI untuk pertama kalinya, serta menunjuk 5 orang sebagai tim formaturnya; ibu Betti Alisjahbana, Bpk. Rusmanto, Bpk. Sumitro Roestam, Bpk. Teddy Sukardi, dan saya sendiri.

Sedikit kilas balik - sebetulnya ide Asosiasi ini sudah lama. Kawan-kawan aktifis Open Source lainnya seperti Effendy Kho (Ase) dan juga yang lainnya sudah menyuarakan ide ini sejak 5 tahun yang lalu. Pak Sumitro Roestam malah sudah mengusulkan nama AOSI di tahun 2003. Kalau tidak salah, beliau malah sudah sempat langsung mencadangkan domain name aosi.org :)

Jadi sebetulnya ide saya ini tidak orisinil. Cuma saja mungkin situasi ketika itu belum memungkinkan, sehingga belum bisa diwujudkan pada saat tersebut.

Kembali ke beberapa minggu yang lalu - meeting pertama tim formatur AOSI diadakan di kantor PANDI, gedung Arthaloka lt. 13.
Sedikit melenceng lagi - disitu kita juga sempat membahas sekilas mengenai PANDI. Sangat menarik karena saya tahu beberapa sejarah pengelolaan .ID - sejak pertama kali didapatkan berkat usaha dari pak Samik, kemudian dikelola oleh para aktivis Internet, sampai kemudian terjadi konflik yang cukup mengenaskan. Pak Budi Rahardjo dan rekan-rekannya mengalami berbagai kerugian (waktu, pikiran, tenaga, dst) pada masa konflik tsb. Pada intinya PANDI adalah bantuan solusi dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik pengelolaan TLD .ID tersebut. Kalau saya tidak salah dengar, bentuk PANDI adalah yayasan, sehingga non-profit (CMIIW)
Mudah-mudahan dengan demikian maka PANDI bisa banyak berperan aktif dalam memajukan dunia Internet di Indonesia.

Acara pertemuan pertama AOSI tersebut berjalan cukup lancar, dan semua tim formatur alhamdulillah bisa hadir. Pada pertemuan-pertemuan selanjutnya tidak pernah bisa lengkap lagi seperti ini, karena memang tim formatur ini isinya orang sibuk semua (kecuali saya yang sok sibuk :) ); ibu Betti setelah lepas dari IBM pada tanggal 1 April 2008 kemudian membentuk PT Quantum Business International, yang membawahi beberapa bisnis. Pak Rusmanto menjabat posisi di berbagai lembaga seperti Nurul Fikri, Infolinux, YPLI - dan juga sering berkeliling Indonesia untuk mempromosikan Open Source. Pak Sumitro Roestam juga aktif mempromosikan Open Source serta menjabat sebagai Ketua MASTEL. Pak Teddy memiliki beberapa perusahaan dan juga adalah ketua FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia), dimana nanti AOSI akan menginduk kesini pula.

Sebagai pimpinan rapat secara otomatis kami menyerahkan kepada ibu Betti. Dan tidak salah, terlihat jelas pengalaman beliau memimpin di IBM selama bertahun-tahun pada meeting tersebut. Rapat yang biasanya di Indonesia lazim menyasar keluar dari topik dan memakan waktu lama dan tanpa hasil yang jelas, kali ini bisa berlangsung dengan efisien serta tetap menarik.

Dengan cepat; tujuan, target, visi & misi AOSI selesai didefinisikan. Demikian pula agenda untuk pertemuan berikutnya. Kami semua kembali dengan semangat yang tinggi, karena kini sudah semakin jelas kelihatan berbagai manfaat yang bisa dicapai oleh AOSI.

Pertemuan-pertemuan selanjutnya terus berlangsung seperti itu. Sangat menyenangkan. Lokasi pertemuan juga kemudian ada dilakukan di kantor ibu Betti. Namun, waktu terus mendekat ke batas waktu 1 bulan yang telah diumumkan.

Tanpa terasa, tiba-tiba kami sudah sibuk secara cukup intens mengenai penyelenggaraan acara peresmian AOSI ini. Sampai menit-menit terakhir saya masih menerima revisi daftar anggota pendiri. Demikian juga pak Sumitro masih terus mendapat masukan-masukan untuk revisi AD/ART nya. Menilik intens nya persiapan acara tersebut, sangat melegakan ternyata kemudian acara dapat berlangsung dengan sangat baik tanpa masalah. Bahkan Pak M. Nuh / Menkominfo yang baru diberitahu juga kemudian langsung menyanggupi untuk hadir. Tentu ini sangat memberikan semangat kepada semua an

ggota pendiri dan hadirin, apalagi ketika dengan jelas Menkominfo menyatakan bahwa komitmen dukungan Depkominfo kepada AOSI adalah dukungan moral dan riil. Depkominfo akan berpartner & bekerjasama secara aktif dengan AOSI.

Di balik itu tetap saja ada beberapa kekurangan pada acara ini. Misalnya, beberapa institusi Open Source di Indonesia sempat nyaris tidak diundang sebagai anggota pendiri, seperti Linuxindo. Beberapa malah akhirnya tidak sempat kami undang :( seperti  Bajau, Indolinux, Ardelindo, Meruvian, dan banyak lagi yang lainnya. Mengkoordinasikan 15 anggota pendiri itu saja kami sudah cukup pontang-panting.
Mudah-mudahan keterbatasan kami tersebut dapat dimaklumi dan tidak mengecewakan. Anyway, status anggota pendiri sebetulnya sama saja dengan anggota biasa, cuma saja anggota pendiri itu hadir pada acara peresmian AOSI ini - itu saja. Tidak lebih.

Tentunya masih ada banyak sekali pertanyaan seputar AOSI ini.
Misalnya, saya mendapat pertanyaan mengapa komunitas JUG (Java User Group) tidak diundang pada acara peresmian AOSI. Saya jawab karena keterbatasan waktu kami, sehingga ada banyak pihak yang seharusnya diundang namun tidak sempat kami undang; dan saya pribadi minta maaf untuk hal tersebut. Jawaban tersebut sepertinya cukup memuaskan kawan kita tersebut, dan beliau mengucapkan selamat atas telah diresmikannya AOSI.

Namun saya sendiri baru sadar belakangan - Asosiasi ini adalah format untuk institusi komersial. Jadi, selama ini sudah ada banyak komunitas non-profit Open Source di Indonesia. YPLI, KPLI, JUG, Yayasan Ubuntu Indonesia, dan seterusnya. Tetapi, komunitas Open Source yang komersial belum ada. Pada gilirannya, ini adalah suatu kekosongan yang perlu diisi, karena telah terbukti menyebabkan berbagai ketimpangan dan masalah pada berbagai implementasi open source di Indonesia.

Nah, dengan adanya AOSI, bersama-sama dengan para aktivis Open Source, Akademisi, dan Pemerintah; maka diharapkan ekosistem Open Source Indonesia sudah menjadi lengkap. Dan karena itu gerakan Open Source di Indonesia bisa jadi semakin efektif lagi.

Mudah-mudahan kami (tim formatur) dan (nantinya) pengurus Asosiasi dapat melayani semua pertanyaan & harapan-harapan dari semua pihak dengan baik.

Terlampir di akhir artikel ini adalah definisi AOSI, kriteria sukses, serta rencana program kerja.

Artikel terkait :

Bersatunya para pendukung open source
AOSI resmi terbentuk
Komunitas Open Source Indonesia ‘Merapat’
Asosiasi open source dibentuk
Asosiasi Open Source Indonesia resmi berdiri

AOSI - perhimpunan organisasi pencinta, penggiat, pengembang, pemakai, pendidik dan pendukung open source yang bekerja sama membangun sinergi untuk mencapai sukses bersama

Ukuran Keberhasilan AOSI

1.Citra open source di mata masyarakat yang positif

2.AOSI menjadi sumber terpercaya dalam menentukan strategi TIK nasional

3.Indonesia melakukan adopsi open standard secara konkret (ODF dll)

4.Meningkatnya pangsa pasar dan jumlah pengguna Open Source (perusahaan, perorangan, pemerintah)

5.Tersedianya produk dan jasa open source untuk berbagai kebutuhan utama

6.Tersedianya piranti pendukung peripherals untuk produk open source (drivers, utilities)

7.Pemerintah memberikan prioritas pengadaan pada open source

8.Unggulnya kompetensi nasional TIK dengan memanfaatkan open source khususnya di bidang jasa dan pengembangan software

9.Adanya program dan regulasi di departemen terkait di pemerintahan  untuk mendukung open source

10.Pendidikan IT di sekolah dilakukan berbasis open source

11.Menurunnya kesenjangan digital di Indonesia sebagai hasil pemanfaatan open source

12.TIK lebih murah dan terjangkau sebagai hasil dari persaingan yang lebih sehat

13.Indonesia bisa mengeksport software aplikasi berbasis

14.Ketersediaan infrastruktur dukungan untuk pengguna open source

15.Bisnis TIK berbasis open source tumbuh secara sehat dan maksimal

16.Terjadi sinergi yang kuat antar  lembaga-lembaga anggota AOSI

17.Layanan publik dari pemerintah maupun swasta tersedia/mendukung open source (antara lain internet banking, pajak, pemesanan tiket, perijinan)

PROGRAM KERJA

Program 30 hari

1. Mendata Para Pebisnis Open Source

2. Terbentuk Kepengurusan Sementara

3. Mengembangkan Keanggotaan

4. Portal AOSI.or.id

Program 100 hari

1. Kepengurusan tetap terbentuk

2. Sosialisasi Open Source by application & industry

3. Training : Technical & Business Skill

4. Focus Group Discussion dengan Pemerintah : Kominfo, Ristek, Diknas, Keuangan Pajak, Depdagri, Deperin Telematika untuk membahas program & regulasi untuk mendukung berkembangnya open source

5. Roadshow, Exhibition & Publikasi Perkembangan Open Source

6. Ensure more drivers availability

7. Membangun Data Base Organisasi pengguna open source

Program 1 Tahun

1. Demo Center di kantor AOSI untuk berbagai aplikasi FOSS

2. AOSI sebagai marketing hub dari open source

3. AOSI go International

Tambahan - DAFTAR PENGURUS AOSI

Ketua Umum - Betti S Alisjahbana
Wakil Ketua 1 - Rusmanto
Wakil Ketua 2 - Sutiono Gunadi
Sekretaris Jenderal - Sumitro Roestam
Bendahara - Soegiharto Santoso

Bidang Di Bawah Wakil Ketua 1

Bidang Regulasi dan Hukum – Aulia Adnan
Bidang Pendidikan dan SDM – Nurlina
Bidang Pengembangan Teknologi – Harry Sufehmi
Bidang Dukungan Teknis dan Layanan Publik – Adi Siswanto

Bidang Di Bawah Wakil Ketua 2

Bidang Kerja-sama Luar Negeri – Gunawan Rianto
Bidang Riset Pasar dan Promosi – Widjaja
Bidang Pengembangan Model Bisnis – Akmaloni