Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2008 » June

Archive for June, 2008

Nokia & Blogger : pertemuan pertama & N78

Sunday, June 29th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

OK yang satu ini terlewat dari posting saya - my bad. Karena kabar gembira ini saya kira perlu diketahui oleh kita semua, maka saya tetap saya posting saja ya. Tidak ada kata terlambat untuk kabar gembira :)

Pada tanggal 13 Juni 2008 kemarin ini saya diundang oleh Nokia untuk menghadiri acara “Nokia Blogger Gathering”. Saya pikir wah bagus juga ada niat baik dari entitas korporat seperti Nokia untuk bertemu dengan para blogger. Jadi undangan tersebut saya sambut dengan baik, dan disepakati lokasi pertemuan adalah di Neo Vanity, New Menara Standard Chartered, pukul 17:00.

Cukup surprise ketika tiba di lokasi karena ternyata undangannya tidak banyak, hanya ada sekitar 10 orang. Saya kira akan ramai seperti PestaBlogger.com atau event serupa. Tapi tidak masalah, niat baik tetap harus kita hargai. Jadi saya kemudian mendaftar di resepsionis, dan memasuki lokasi acara.

Segera beberapa wajah yang familiar terlihat oleh saya. Ada pak Budi Putra, yang telah membantu mengadakan acara ini. Ada juga mas Kun.co.ro, surprise ternyata beliau lebih dulu sampai daripada saya, he he. Dan, tentu saja, pada kesempatan seperti ini juga saya bisa bertemu dengan para blogger yang sebelumnya cuma saya ketahui dari blog mereka :)

Saya bertemu dengan mas Pepih Nugraha pertama kali disini. Beliau saat ini diserahi tanggung jawab untuk mengembangkan media online kompas.com. Mbak Puti juga sudah tiba, blogger yang salah satu fokusnya adalah topik fashion. Mas Budi Sutomo, dengan blog kuliner & boga nya. Ilman Akbar, blogger dari UI, sekaligus konsultan Web & IT. Mbak Yessi dengan blog sainsnya di ABN. Dan mas Amir Karimuddin, blogger dengan spesialisasi gadget / new technology. Belakangan mas Rendy Maulana dan mas Jonru juga muncul di lokasi acara.

Seperti biasa, di suasana baru saya cenderung overload (dasar introvert) dan tidak banyak bicara. Saya lebih banyak tersenyum dan mendengar yang lainnya; mengamati situasi. Sekilas langsung jelas bahwa ini adalah event yang diselenggarakan secara profesional - Nokia merekrut jasa Prisma consulting untuk menyelenggarakan acara ini. Wow. Belakangan saya baru tahu mengapa undangan untuk acara ini tidak banyak - ternyata, inilah pertama kali di dunia Nokia mengadakan gathering dengan Bloggers :D

Jadi secara internal, Nokia internasional sudah paham bahwa mereka perlu bekerja sama dengan komunitas blogger. Nah, yang kemudian melaksanakan strategi ini untuk pertama kalinya ternyata adalah Nokia Indonesia, pada acara “Nokia Blogger Gathering” ini.

Acung 2 jempol untuk tim Nokia Indonesia & Prisma consulting atas terselenggaranya acara ini. Dan kita bisa yakin bahwa akan ada acara-acara lanjutannya, dan dengan skala yang lebih besar lagi.  

Agenda acaranya cukup simpel, yaitu pertemuan dengan para bloggers. Dilanjutkan kemudian dengan pembahasan handset Nokia Nseries terbaru, salah satunya adalah N78.

Handphone ini langsung menarik perhatian karena berbagai hal. Pertama, walaupun ramping, namun fiturnya cukup powerful. Jelas langsung terlihat bahwa interfacenya cepat & memanfaatkan akselerasi 3D. 

Kedua, saya pribadi senang dengan kameranya. Salah satu contoh gambar yang ditampilkan adalah seorang biker yang sedang melayang di udara - dan gambar tersebut tajam ! Tidak blur sama sekali. Dimana berbagai kamera di handphone lainnya jelas tidak akan bisa menangkap gambar dengan kecepatan seperti itu.

Ketiga; dan yang paling signifikan, adalah fitur geotagging dengan memanfaatkan built-in GPS di handphone ini. Ditunjukkan bagaimana foto yang diambil dengan kamera ini otomatis (setelah fitur ini di enable sebelumnya) ada geotag nya. Kemudian diperlihatkan foto tersebut yang telah di upload di flickr.com - jadi ada link “Map”, yang ketika di click langsung menampilkan peta lokasi dimana foto tersebut diambil.

Saya dan mas Koen langsung nyengir. Sepertinya keyword yang sama muncul di permukaan otak kita - Location-Based Services !
Nokia memang baru mendemokan kelebihan fitur GPS di handphone tersebut untuk melakukan geotagging pada foto. Namun tidak ada yang menghalangi developer yang kreatif untuk memanfaatkan fitur tersebut untuk menyediakan layanan-layanan berdasarkan lokasi dari pengguna ybs.

Ini berarti bisnis yang potensial cukup besar bagi mereka yang kreatif, dan layanan-layanan yang bisa sangat bermanfaat bagi kita, para pengguna.

Setelah acara demo selesai, kemudian ada acara diskusi dengan hadirin. Tim Nokia benar-benar terjun all out di acara ini — ada Product Manager dan Marketing Manager Nokia Indonesia di acara ini. Mereka langsung berinteraksi dengan para blogger, yang dengan senang hati menyambutnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama. Diskusi juga dilanjutkan disini dengan hangat & akrab, antara sesama blogger yang baru pertama kali itu bertemu dan juga dengan tim Nokia & Prisma consulting.  

Setelah dinner selesai, ternyata masih ada kejutan lainnya lagi - penarikan doorprize yaitu (tadaa) sebuah handphone N78 ! Para blogger yang hadir langsung tertawa gembira sambil tentunya berharap dia yang akan mendapatkannya ;)   kans nya lumayan gitu lho, 1:10, he he

Yang paling beruntung malam itu ternyata adalah mas Pepih Nugraha ! Beliau bisa pulang sambil nyengir menenteng sebuah tas biru Nokia yang berisi handphone N78 baru. Selamat untuk kawan kita ini, semoga handphone barunya bisa banyak bermanfaat.

Dan masih ada kejutan lagi saudara-saudara … setiap blogger yang hadir kemudian mendapat bingkisan besar dari Nokia. Isinya adalah backpack Nokia dan world travel charger, sebuah gadget yang merupakan konverter colokan listrik berbagai bentuk + USB charger. Very thoughtful. 
Waduh, luar biasa :)  saya musti akui dari berbagai acara publik yang pernah saya hadiri, acara inilah yang paling spektakuler, paling berkesan, dan sangat personal dalam eksekusinya. 

Acara (akhirnya) ditutup dengan foto bersama di depan lokasi. Semua tertawa gembira, dan tentu berharap dapat hadir dalam acara yang berikutnya.

Sekali lagi salut kepada Nokia yang telah dengan luar biasa merangkul komunitas Blogger Indonesia. Mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan, dan juga ditiru oleh pihak-pihak lainnya.

Maju terus Blogger Indonesia ! :)

 

Artikel terkait :

Nokia “Go Blogging”
Blog, Telkom, Nokia
Karya Nokia untuk Bloggers 

Credits:
N78 photo from Nokia.com, already approved for media usage.
Blogger & Nokia team’s photo from Yessi’s website 

BBM & Listrik naik : Berkat USAID ?

Wednesday, June 25th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

USAID adalah badan pemerintah Amerika yang menyalurkan berbagai “bantuan” kepada negara-negara lainnya. Masalahnya, seringkali berbagai “bantuan” tersebut dicurigai adalah kedok untuk mencapai keinginan pemerintah Amerika. Modus operandinya cukup beragam, dan bagi yang mau mencoba mengamati, akan segera menjadi jelas berbagai triknya.

Saya barusan mendapatkan email terlampir dari Satrio Arismunandar, yang kebanyakan kita mungkin lebih mengenalnya sebagai produser acara “Jika Aku Menjadi” di Trans TV. Ternyata email tersebut ditulis oleh Agus Nizami, yang saya yakin sebagian besar dari kita sudah pernah membaca berbagai artikel beliau di berbagai forum/milis/website.

Di artikel tersebut Nizami mengangkat sebuah dokumen USAID tertanggal 2002 yang ditemukannya, dengan judul “Energy Sector Governance Strengthened“. Dokumen ini menunjukkan persekongkolan mereka untuk (pada akhirnya) menaikkan harga BBM & Listrik.

Dikutip dari dokumen USAID : … By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies, and promoting private sector involvement …

Artinya: mengurangi peran pemerintah sebagai pengatur / regulator, menurunkan subsidi, dan meningkatkan partisipasi perusahaan swasta (dalam soal BBM & Listrik)

Hasilnya sudah kita “nikmati” bersama :(
BBM sudah naik secara drastis. Listrik juga sudah naik untuk sebagian masyarakat, dan kenaikan secara keseluruhan bukan hal yang mustahil.

Masalah BBM saja sudah merupakan hal yang luar biasa sangat berat. Satrio Arismunandar menulis satu posting dimana terjadi berbagai kasus bunuh diri karena kenaikan BBM tersebut :

“Sekarang saja hidup saya susah, karena miskin. Apalagi nanti, kalau harga minyak dan bensin jadi naik, tambah susah lagi. Saya sudah tak tahan hidup, malu sama keluarga, pingin mati saja,” kata Jamaksari, seperti dituturkan para tetangganya.

Dalam surat wasiat yang ditemukan di saku korban, Jamaksari berpesan (pada istrinya), “Neng, titip anak. Kakak sudah tidak tahan lagi. Inilah yang bisa saya titipkan. Jamak minta tobat. Ibu, semuanya, jangan menyalahkan siapa-siapa. Ini murni bunuh diri, nebus dosa. Salam untuk bapak, uwak, sekalian.”

Bayangkan jika subsidi PLN untuk rakyat kecil juga sampai “berhasil” dicabut - berapa lagi nyawa yang akan melayang ?

Dari dokumen USAID ini, jelas kenaikan BBM & Listrik adalah untuk berbagai kepentingan bisnis & pemerintah asing (Amerika). Terlalu banyak & kompleks untuk diuraikan disini, selain saya juga tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan investigasi lebih lanjut secara komprehensif.
Mudah-mudahan ada yang bisa melanjutkan investigasi ini dengan lebih lengkap lagi.

Dengan semangat kebangkitan nasional, dan hari kemerdekaan Republik Indonesia di 17 Agustus nanti — katakan TIDAK pada para penjajah ! Merdeka !

Banyak terimakasih kita ucapkan kepada pak Agus Nizami yang sudah mengangkat soal ini.

Terlampir email selengkapnya :

—– Original Message —-
From: A Nizami <nizaminz@xxxxxxxxxx.com>

Berikut adalah dokumen USAID (United States Agency for International Development, Lembaga Pemerintah AS) tentang “Penguatan Pengaturan Bidang Energi” di Indonesia yang menunjukkan campur tangan pemerintah AS mengenai sektor energi Indonesia.

Sekitar 90% migas Indonesia “dikelola” oleh perusahaan Multi National Company (MNC) seperti Exxon Mobil, Chevron, Halliburtons, Unocal, yang mayoritas berasal dari AS. Dari “kerjasama tersebut” MNC dari AS mendapat keuntungan yang sangat besar melebihi dari kontrak bisnis yang wajar. Sebagai contoh jika ongkos pompa minyak (tidak termasuk pengilangan dan distribusi ke SPBU) yang wajar hanya sekitar US$ 4/barrel (Rp 231/liter), maka MNC mengeruk keuntungan hingga US$ 50/barrel atau lebih dari 12 kali lipat.
Jika dikalikan dengan 365 juta barrel/tahun maka keuntungan lebih MNC tersebut adalah Rp 154,5 trilyun.

Sementara di dokumen CIA tentang Indonesia disebut bahwa sektor listrik di Indonesia masih “regulated”. Tarifnya masih “diatur” oleh pemerintah Indonesia, sehingga harganya terjangkau oleh mayoritas rakyat Indonesia yang masih menengah ke bawah.
Hal ini jelas tidak menguntungkan bagi para “investor” AS yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Untuk itu harus dideregulasi. “Subsidi” harus dicabut sehingga harganya mengikuti harga pasar, atau yang sekarang disebut “Harga Keekonomian”.

Untuk itu pemerintah AS lewat USAID mengucurkan jutaan dollar yang dikucurkan kepada kaki tangan mereka agar kebijakan mereka bisa berjalan di Indonesia, yaitu deregulasi, pengurangan subsidi (penaikan harga), dan reformasi bidang energi. Untuk itu USAID jadi “Donatur Utama” agar usaha tersebut berhasil. Untuk tahun 2001 dan 2002 saja mereka menganggarkan masing-masing US$ 4 juta (Rp 37,2 milyar) agar berhasil.
Berikut cuplikan dari dokumen USAID yang berjudul “Energy Sector Governance Strengthened”:

<i>By minimizing the role of government as a regulator, reducing subsidies,and promoting private sector involvement, a reformed energy sector can contribute billions of dollars in tax revenue. USAID has been the primary bilateral donorworking on energy sector reform, which helps leverage larger multilateral loans.</i>

USAID “membantu” pemerintah Indonesia agar Parlemen, Ormas/LSM, Media, dan Universitas “dilibatkan” sehingga “Penghapusan Subsidi” dan “Penentuan Harga” tidak menimbulkan “jeritan” masyarakat terlalu besar. Bahkan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, menyarankan subsidi dicabut secara bertahap setiap bulan sehingga tidak terlalu kelihatan (meski efeknya tetap terasa oleh warga). Bappenas menyarankan harga minyak dinaikkan sebesar 2% setiap bulan selama setahun (24%) sehingga sama dengan harga pasar. Meski mungkin para demonstran tidak mengetahui, tapi ini tetap akan memukul kantong para supir angkutan umum dan nelayan.

<i>the Government of Indonesia, with USAID assistance, ensured that national and local parliaments, civil society organizations, media, and universitieswere involved in the decision. As a result, there was minimal public outcry. USAID also supported this process by providing policy analysis for energy pricing and subsidy removal.</i>

USAID “bekerjasama” langsung dengan pejabat Indonesia yang berwenang merevisi draft UU tentang Listrik dan merancang struktur peraturan:

<i>USAID advisors work directly with Government of Indonesia officials responsible for implementing power sector reform, revising draft electricity legislation and redesigning regulatory structures.</i>

Hebat bukan? Betapa baiknya pemerintah AS “membantu” merevisi dan merancang UU energi dan listrik kita…. USAID “membantu” membuat RUU Minyak dan Gas yang dikirim ke DPR bulan Oktober 2000. Seorang ekonom menyatakan bahwa RUU tersebut dibuat oleh pemerintah AS. Komisi DPR tinggal memberi stempel dan tanda tangan saja:

<i>USAID helped draft new oil and gas policy legislation submitted to Parliament in October 2000.</i>

Di tahun 2001 USAID mengucurkan US$ 850.000 (Rp 7,8 Milyar) ke LSM-LSM dan Universitas-Universitas untuk kampanye masalah energi seperti “Penghapusan Subsidi Energi”:

<i>In FY 2001, USAID plans to provide $850,000 DA to support NGOs and universities in developing programs for raising awareness and supporting involvement of local government and the public of energy sector issues,including removal of energy subsidies</i>

Dengan kucuran dana sebesar itu tak heran jika ada oknum Lembaga Peneliti satu Universitas Negeri terkenal menyatakan jika harga BBM dinaikkan jumlah rakyat miskin akan turun….

USAID bekerjasama dengan ADB dan Bank Dunia dalam “mereformasi” bidang Energi Indonesia. Dengan hutang US$ 20 juta (hanya sekitar Rp 186 milyar), penasehat USAID berperan sebagai manajemen proyek dan perencanaan. ADB dan USAID bekerjasama membuat rancangan UU Migas Indonesia tahun 2000. Melengkapi usaha USAID, Bank Dunia melakukan “Studi Komprehensif” bidang Migas dan kebijakan tarif serta “bantuan” finansial dan restrukturisasi PLN.

<i>Other Donor Programs: USAID works closely with the Asian Development Bank (ADB) and the World Bank on energy-sector reform. USAID assistance is leveraging a $20 million ADB power sector-restructuring loan, with USAID advisors playing project management and planning roles. The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000. Complementing USAID efforts, the World Bank has conducted comprehensive studies of the oil and gas sector, pricing policy, and provided assistance to the State electric company on financial and corporate restructuring</i>

Yang harus kita sadari adalah bahwa setiap pinjaman dari IMF, Bank Dunia, ADB (yang merupakan alat AS dalam menguasai ekonomi dunia) mempunyai syarat bahwa negara peminjam harus melaksanakan Agenda Neoliberalisme seperti “Privatisasi”, Deregulasi, Pencabutan Subsidi/Kenaikan tarif (mis: pencabutan “Subsidi” BBM agar harga mengikuti harga pasar/harga keekonomian) , perdagangan bebas, dan sebagainya (Tabb, William K. “Globalization. ” Microsoft® Encarta® 2006).

Dengan menaruh putra/putri Indonesia yang jadi mantan Direktur dari Bank Dunia dan IMF di kementrian bidang Ekonomi, Institusi Globalisasi tersebut dengan bebas dapat menjalankan program Neoliberalisme di Indonesia. Penjualan BBM di Indonesia sekitar Rp 418 trilyun per tahun sementara listrik PLN sekitar Rp 200 trilyun per tahun. Total sekitar Rp 618 trilyun (belum termasuk batubara). Itu baru di harga bensin Rp 6.000/liter.
Jika mengikuti harga “Pasar” atau “Keekonomian” yang sekitar Rp 10.000/liter nilainya naik jadi Rp 1.018 Trilyun! Indonesia dengan jumlah penduduk nomor 4 terbesar di dunia jelas merupakan “pasar” yang menarik bagi AS. Setelah menguasai sekitar 90% di sektor hulu Migas, adakah dengan program Privatisasi dan Kenaikan Tarif, AS ingin menguasai sektor Hilir dan juga bidang Listrik? Adakah ini merupakan “Penjajahan Ekonomi” oleh AS terhadap Indonesia?

Belanda yang merupakan sekutu dekat AS bertindak tegas menangkap agen-agen CIA yang berusaha memata-matai Belanda, merekrut kaki tangan AS sehingga kebijakan Belanda tidak dapat dipengaruhi AS.

Bagaimana dengan Indonesia? Lembaga-lembaga AS (baik pemerintah mau pun swasta) dapat dengan bebas memberi dana kepada Individu, Lembaga Pemerintah (Polri, TNI, dsb), dan LSM-LSM Indonesia tanpa proses audit/kontrol dari masyarakat/negara. Adakah Mereka dan LSM-LSM ini akhirnya akan jadi agen asing yang bekerja untuk kepentingan asing ketimbang kepentingan rakyat Indonesia? Dengan proyek NAMRU-2, pejabat militer AS bebas keluar masuk Indonesia tanpa izin khusus.

Mudah-mudahan putra-putri Indonesia mampu melakukan yang terbaik untuk rakyat Indonesia. Bukan untuk kepentingan asing.

Berikut dokumen selengkapnya dari USAID:
http://www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/id/497-013.html

Baca artikel selengkapnya di: http://infoindonesia.wordpress.com

Levi’s Indonesia = Spammer

Thursday, June 19th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Heran, akhir-akhir ini makin banyak perusahaan Indonesia yang melakukan spamming :(
Tadi ini saya baru mendapatkan dari Levi’s Indonesia.

Kenapa sampai harus spamming ya ? Apa budget marketingnya sedemikian kecilnya ?
Kasihan sekali.

Setelah bersabar dan cuma menyaksikan jumlah perusahaan Indonesia yang melakukan spamming semakin menggila, akhirnya saya rasa sudah saatnya para spammer ini diekspos kelakuannya di depan umum.

Mulai hari ini saya membuat kategori baru di blog ini, yaitu kategori Spammer.
Semua spammer yang cukup nekat untuk mem spam saya akan diekspos, berikut dengan SEMUA info kontak pribadinya, di kategori tersebut.

Baik, mari kita mulai dengan spam dari Levi’s ini :

from : Ramdhani, Fadly - framdhani@levi.com
to : undisclosed-recipients
date : Fri, Jun 20, 2008 at 10:59 AM
subject : Levi’sR Indonesia Website (http://www.levixxx.co.id)

Please visit our website to get more info about Levi’s® brand! See our latest collections, store locator and what’s new with the brand.

Regards,

Fadly Ramdhani
Marketing Dept.
PT. Levi Strauss Indonesia

http://www.levixxx.co.id

Spam dari Levi’s Indonesia ini juga menyertakan sebuah file gambar berukuran raksasa yang di embed di email tersebut. Tentu ini sangat mengesalkan, misalnya bagi mereka yang akses internetnya dibatasi kuota / di charge per besar pemakaian (per kb / MB)

Email spam ini juga dikirim ke alamat email saya yang biasanya hanya berisi spam dari luar negeri.
Spam dari Levi’s ini jadi sangat mencolok karena sendirian berasal dari Indonesia.

OK, selamat kepada Levi’s Indonesia yang telah menjadi spam pertama yang di ekspos di kategori “Spammer” ini :)

QKLK : Hyperactive & Ritalin, Back to life, Silly Lee, Plastic Recycling

Saturday, June 14th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Fish oil “calms children better than Ritalin’

Very interesting, and potentially very useful, news !

Hyperactivity on children is a serious issue. It was almost non existent / insignificant in many societies. Nowadays it’s almost the norm, and people notices.

Quoted :

The number of hyperactive children on medication is soaring, with a staggering 330,000 prescriptions written out each year, or 6,350 a week.

A very funny story on a guy retaliating on this phenomena can be read on, where else?, bash.org

But again, hyperactivity itself is a very serious problem. It can destroy families.
That’s why people are looking with hope to new medications that’s supposed to solve this problem. Such as Ritalin.

Unfortunately, Ritalin is not without problems.

Quoted :

Nine British children have died after taking the drugs. Two died of heart problems, while others suffered illnesses including strokes and swelling of the brain. Dr Timimi, a consultant child and adolescent psychiatrist at Lincolnshire NHS Trust, said: ‘Drugs like Ritalin have considerable dangers associated with them, including insomnia, changes in personality and cardiotoxicity - they are bad for the heart and can cause heart attacks, strokes and sudden death.

Thankfully; there’s a new research that find out that the solutions is quite simple, and healthy too - Fish Oil :

Just six capsules a day of the naturally-occurring oil can vastly improve children’s behaviour without any of the side-effects of Ritalin and related drugs.

Note that Omega3 is also good to all - not just for kids with ADHD or hyperactivity problem :

Other studies have shown that omega 3 is also effective in children without ADHD or learning difficulties, boosting their grasp of the three Rs and improving their GCSE grades.

WARNING: not all Omega3 products are equal ! Many products only claim of having Omega3, but it may have been destroyed in its production process. The best source for Omega3 is still fish oil.

Anyway, hope someone finds this useful.


Back to Life : questions on the boundary between life & death

I found this news : Woman Wakes Up After Family Says Goodbye

Quoted :

They said Thomas suffered two heart attacks and had no brain waves for more than 17 hours. At about 1:30 a.m. Saturday, her heart stopped and she had no pulse. A respiratory machine kept her breathing and rigor mortis had set in, doctors said.

“Her skin had already started to harden and her fingers curled. Death had set in,” said son Jim Thomas.

Well, not yet :

However, Thomas was kept on a ventilator a little while longer as an organ donor issue was discussed.

Ten minutes later the woman woke up and started talking.

The question of “what is THE boundary between life & death” is further questioned on this news article : Man comes back to life as doctors prepare to remove his organs

Quoted :

The case of a man whose heart stopped beating for 1½ hours only to revive just as doctors were preparing to remove his organs for transplants is fuelling ethical debates in France about when a person is dead.

“During the meeting, other reanimators … spoke of situations in which a person whom everyone was sure had died in fact survived after reanimation efforts that went on much longer than usual,” the minutes of the committee meeting say.

Very interesting stuff. This question may not have a definite answer, but still, very interesting.


Our Silly Lee

Ever heard a phrase “tyranny by the majority” ? It’s really ugly, and the only thing worse is “tyranny by the minority”

And I saw it in UK. Several muslims are bullying and complaining that they’re having it bad, while actually they’re the nasties — they trashes others, not afraid of using violence, and throw ugly insults (”white trash”, etc).
And they are the minority.

Spike Lee was trying to pull something similar. Quoted :

“Many black veterans who fought in Iwo Jima were hurt that there was no representation of them in both of those films,” Lee said in the 2007 interview in Rome.

“Very few Hollywood films deal with black soldiers,” Lee said. “For the most part, if you look at the history of Hollywood cinema they haven’t dealt with anybody other than white Americans. If you think Hollywood and World War Two, you think John Wayne — the great white male that saved the world.”

The man, Clint Eastwood, then put a death blow to the claim.

Quoted :

In an interview with Germany’s Focus magazine, Eastwood said it was nonsense to suggest he had “erased the role of black GIs from history”. He said there were no Afro-Americans in those films because there were no Afro-American soldiers involved.

“Does he know anything about American history?” Eastwood told Focus when asked about Lee’s criticism. “The U.S. military was segregated til the Korean War, and the blacks in World War Two were totally segregated. The only black battalion on Iwo Jima was a small munitions supply unit that came to the beach.

The story was about the men who raised the flag and we can’t make them black if they were not there. So tell him: Why don’t you go back and study your history and stop mouthing off!”

To that I say : “Ouch”

A note of advice : guys, if you are a minority, know your place. Do not actually step on others’ toes on purpose.
It’s bad when done by the bullies, it’s simply stupid when done by the weak.

If you’re the minority - behave. There’s a Minangkabau tribe saying “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” - where ever you are, uphold/respect the local laws / customs.
This way, hopefully when you have become the strong / majority, then you’ll be able to do things justly & wisely.


Teen finds way to decompose plastic bags in just 3 months

Truly great news.
Finally somebody found a way to decompose plastics, which is a serious environmental problem, using nature, resulting in harmless substances (water + tiny amount of CO2), and in only 3 months. And he’s only a 16 years old teenager !

Props to Daniel Burd for his diligence and persistence :

we produce 500 billion of (plastic) a year worldwide, and they take up to 1,000 years to decompose. They take up space in landfills, litter our streets and parks, pollute the ocean and kill the animals that eat them.

(Burd) knew plastic does eventually degrade, and figured microorganisms must be behind it. His goal was to isolate the microorganisms that can break down plastic.

(long scientific process to finally find the bacteria)

Tests to identify the strains found strain two was Sphingomonas bacteria and the helper was Pseudomonas.

Industrial application should be easy, said Burd. “All you need is a fermenter . . . your growth medium, your microbes and your plastic bags.”

“This is a huge, huge step forward . . . We’re using nature to solve a man-made problem.”

Truly wonderful news. Armed with common sense & patience, a teenager have helped showed us the way towards a better world to live in.

Thank you Daniel Burd !

IGOS Summit 2 : Penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia

Friday, June 13th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83



PHOT0006

Originally uploaded by hsufehmi

Zahris dengan bangga memamerkan sertifikat penghargaan untuk Yayasan Ubuntu Indonesia, atas berbagai kiprah dan sumbangsihnya di bidang open source Indonesia.

Selamat untuk semua kawan-kawan yang telah memungkinkan ini ! You’re the best ! :D

BONUS : [ Foto-foto dari acara IGOS Summit 2 ]

War Stories : LinkedIn.com

Thursday, June 12th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Cerita dari garis depan selalu menarik untuk dibaca. Tidak terkecuali cerita-cerita dari garis depan para praktisi IT; dan cenderung lebih menarik karena tidak ada korban jiwa :)
Paling korban server, hehe… anyway.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan kisah detail mengenai “jeroan” LinkedIn.com
Saya langsung tertarik - LinkedIn.com adalah satu-satunya social networking website yang saya ikuti. Ya, saya tidak punya account Friendster / Facebook / Orkut / dst. So sue me :)
Sekilas situs LinkedIn.com terlihat sederhana. Namun saya yakin detail internalnya pasti sangat kompleks. Dan saya tidak keliru.

Oren Hurvitz menemukan 2 presentasi dari tim teknis LinkedIn.com di situs SlideShare.net, yaitu sbb :

Oren kemudian membuat ringkasan dari presentasi-presentasi tersebut di blognya.
Dikutip dari http://hurvitz.org/blog/2008/06/linkedin-architecture :

Site Statistics

  • 22 million members
  • 4+ million unique visitors/month
  • 40 million page views/day
  • 2 million searches/day
  • 250K invitations sent/day
  • 1 million answers posted
  • 2 million email messages/day

Software

  • Solaris (running on Sun x86 platform and Sparc)
  • Tomcat and Jetty as application servers
  • Oracle and MySQL as DBs
  • No ORM (such as Hibernate); they use straight JDBC
  • ActiveMQ for JMS. (It’s partitioned by type of messages. Backed by MySQL.)
  • Lucene as a foundation for search
  • Spring as glue

Salah satu komponen di infrastruktur mereka yang paling mencengangkan adalah “The Cloud” :

The Cloud

  • The Cloud is a server that caches the entire LinkedIn network graph in memory.
  • Network size: 22M nodes, 120M edges.
  • Requires 12 GB RAM.
  • There are 40 instances in production
  • Rebuilding an instance of The Cloud from disk takes 8 hours.
  • The Cloud is updated in real-time using the Databus.
  • Persisted to disk on shutdown.
  • The cache is implemented in C++, accessed via JNI. They chose C++ instead of Java for two reasons:
    • To use as little RAM as possible.
    • Garbage Collection pauses were killing them. [LinkedIn said they were using advanced GC's, but GC's have improved since 2003; is this still a problem today?]
  • Having to keep everything in RAM is a limitation, but as LinkedIn have pointed out, partitioning graphs is hard.
  • [Sun offers servers with up to 2 TB of RAM (Sun SPARC Enterprise M9000 Server), so LinkedIn could support up to 1.1 billion users before they run out of memory. (This calculation is based only on the number of nodes, not edges).

Luar biasa ! :D

Presentasi teknis LinkedIn.com kemudian ditutup dengan beberapa scaling tips :

  • Can’t use just one database. Use many databases, partitioned horizontally and vertically.
  • Because of partitioning, forget about referential integrity or cross-domain JOINs.
  • Forget about 100% data integrity.
  • At large scale, cost is a problem: hardware, databases, licenses, storage, power.
  • Once you’re large, spammers and data-scrapers come a-knocking.
  • Cache!
  • Use asynchronous flows.
  • Reporting and analytics are challenging; consider them up-front when designing the system.
  • Expect the system to fail.
  • Don’t underestimate your growth trajectory.

Detail selengkapnya bisa ditemukan di blog Oren Hurvitz, dan di file asli presentasinya.

Selamat menikmati !

Kepada Bpk. Presiden yth : satu solusi energi untuk Indonesia

Thursday, June 5th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Akhirnya sudah mulai agak reda ramai-ramai seputar blue energy. Dari awal saya sudah curiga bahwa ini hanya hoax. Karena memang bahkan di negara maju sekalipun belum ada yang (bahkan sekedar mendekati) berhasil dalam melakukan ini.

Tapi saya bisa memahami situasi SBY. Pada level saya saat ini, saya setiap harinya berurusan dengan non-sense (baca: bullsh*t) dalam skala yang cukup membuat overload.
Saya hanya bisa membayangkan seperti apa derasnya informasi non-sense yang membanjiri seseorang di level presiden. Pasti amat sulit untuk memfilter dan memilah-milah berbagai masukan tersebut, mana yang valid dan mana yang tidak valid.

BBM pada saat ini adalah masalah besar. Tidak hanya BBM sebetulnya, tapi masalah suplai energi secara keseluruhan.

Bisa saja SBY meniru Soekarno dan menganeksasi / menasionalisasi berbagai perusahaan energi asing (yang beberapa meraup 100% hasil bumi, tidak membaginya sama sekali dengan rakyat Indonesia) — dan kemudian memanfaatkannya untuk kesejahteraan rakyat.
Namun ini jelas beresiko akan menyebabkan karirnya berakhir seperti Soekarno pula - dikudeta oleh bawahannya sendiri yang dibantu oleh negara lainnya (baca: “polisi” dunia)

Jadi perlu ada opsi lainnya.

Pada saat ini ada beberapa sumber energi alternatif yang tersedia. Dari berbagai pilihan yang ada, Algae Biofuel nampaknya sangat menarik untuk di follow up, karena potensinya yang bisa langsung menolong rakyat jelata.

Secara sederhana, buktinya bisa dilihat pada chart yang ditampilkan pada posting ini. Sangat menarik bukan ?

Algae Biofuel ini tidak merusak ekosistem ataupun merampas makanan pokok orang, karena hanya memerlukan matahari + CO2 + air untuk berproduksi. Sangat ideal sekali.
Dimana memang negara kita, karena lokasinya di khatulistiwa, sangat berlimpah dengan semua hal tersebut.

Masalah terbesar Algae Biofuel adalah biaya produksinya yang sangat mahal. Awalnya Algae Biofuel diproduksi dengan menggunakan kolam yang berukuran raksasa. Ini sangat tidak ekonomis.

Tapi kemudian ditemukan cara untuk mengembangbiakkan tumbuhan bersel satu ini secara vertikal !

Mendadak dalam waktu singkat, Algae Biofuel menjadi feasibel untuk diproduksi secara massal & komersial.

Ditambah lagi kemungkinan implementasi Algae Biofuel dalam closed loop, menjadikannya sebagai alternatif yang paling menarik.
Implementasi dalam closed loop memungkinkan limbah pabrik dimanfaatkan untuk menjadi bahan pengembang biakan tumbuhan bersel satu ini.

Nah, mudah-mudahan kita juga bisa segera menikmati Algae Biofuel ini di Indonesia.

OK, back to work — masih ada backlog pekerjaan yang musti saya selesaikan karena sakit beberapa minggu kemarin ini :)

(*) image courtesy of Seattle PI

WordPress + suExec = can not upload ?

Wednesday, June 4th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

If you find that you can not upload pictures anymore to WordPress, and the only things that have changed is your webhoster — then your webhoster may have suExec setup on their server.

suExec is a module for Apache webserver that makes it more secure.
Basically, it will execute scripts with its owner’s permission - not Apache’s.

In this case however it can cause problems when uploading, I have posted the details on WordPress forum :

With suExec you’ll still have problems uploading, usually you’ll get the follwoing error message :

The uploaded file could not be moved to /home/myusername/myblog.com/wp-content/uploads/2008/06.

Reason being because WP created that 2008/06 dir as apache’s user (www-data / httpd / etc), but suExec require that dir to be owned by myusername - otherwise the upload will fail.

Changing the directory’s ownership to myusername fix the problem - but on the next month (when WP created the new directory for that month) you’ll encounter this problem again.

A workaround is to setup a cronjob that will fix the permission / ownership of the uploads directory (on WPMU : blogs.dir) automatically on the beginning of every month.

Ideally, this shouldn’t happen, but I haven’t got an idea at all.

Hope it helps someone out there.