Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2008 » April

Archive for April, 2008

Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?

Wednesday, April 30th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Itulah kira-kira pertanyaan dari Helen Thomas, jurnalis wanita berumur 87 tahun, ketika hanya dia sendirian yang mampu mengkritisi White House (lagi).

Bunga untuk Helen Thomas

Mungkin Anda tinggal sendirian bu Helen, karena media lainnya sudah dibeli oleh segelintir kelompok elit :( dan hasilnya sudah jelas :

all 175 newspapers owned by him editorialised in favour of the Iraq war

Sedikit ceritanya; beberapa hari yang lalu White House mengadakan acara jumpa pers, yang memang biasa mereka lakukan. Di tengah berbagai pertanyaan standar yang diluncurkan oleh wartawan lainnya, tiba-tiba Helen dengan blak-blakan menyampaikan soal 2 fakta yang berbeda & menunjukkan Bush telah berbohong (Bush bilang tidak menyiksa tawanan perang, kemudian Bush mengatakan sudah menandatangan surat izin menyiksa tawanan perang), dan menanyakan komentar juru bicara White House tentang hal itu.

Dana Perino, juru bicara White House, berbohong lagi dengan mengatakan bahwa Amerika sama sekali tidak ada menyiksa tawanan perang. Namun Helen tidak membiarkannya begitu saja, dan terus memastikan pernyataan tersebut.
Akhirnya pernyataan Dana Perino tersebut terkonfirmasi (nekat juga ini orang berbohongnya ya).

Anehnya, kemudian tidak ada yang melanjutkan yang sudah dimulai Helen. Wajar saja jika Helen kemudian jadi merasa frustasi, dan berkomentar “Where is everybody ??”.
Ini bukan kali pertama Helen merasa sendirian, sebenarnya malah keluhannya tersebut sudah dipaparkan di dalam bukunya yang berjudul Watchdogs of Democracy? : The Waning Washington Press Corps and How It Has Failed the Public.

Helen, saya ada disini, dan berterimakasih sekali bahwa masih ada jurnalis yang berani & kritis di Amerika. :)

Ternyata, saya tidak sendirian mengapresiasi keberanian Helen. Para pembaca Reddit, sebuah website social news yang kini mulai sering saya sambangi, ternyata juga merasakan kegembiraan yang sama :: Masih ada jurnalis yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis.
Hebatnya, mereka tidak berhenti sampai disitu - namun kemudian melanjutkan dengan mengumpulkan sumbangan untuk Helen Thomas. Terkumpul total US$ 4100 ! :D

Diputuskan di forum diskusi Reddit bahwa sumbangan tersebut akan diberikan dalam bentuk bunga, dengan diliput oleh media massa. Diharapkan ini akan mendorong jurnalis lainnya untuk turut serta meramaikan kembali iklim jurnalistik yang sehat & kritis.

Dan gelombang pertama serta kedua telah dikirim :D
Well done !

Bagaimana dengan di Indonesia ? Saya kurang begitu paham situasinya, kalau yang saya ingat ada beberapa jurnalis yang juga kritis, seperti Andreas Harsono, Meuthia Hafiz, Rosiana Silalahi (off air, deskjob). Mudah-mudahan masih banyak juga yang lainnya.

nb: ternyata ini bukan pertama kali ada yang berterimakasih kepada Helen. Bagus sekali, memang sebaiknya jurnalis yang berintegritas seperti ini kita apresiasi secara publik.

Operasi gratis

Tuesday, April 29th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya mendapat informasi ini dari milis internal ISNET :

Sehubungan dengan HUT ke-40 Pusat Rehabilitasi Departemen Pertahanan, maka akan diadakan operasi / bedah gratis untuk umum, pada:

Hari / tgl : Sabtu & Minggu, 5 & 6 Juli 2008
Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab Dephan, Jl. RC. Veteran No. 178 Bintaro, Jakarta Selatan
Untuk penyakit-penyakit : - Katarak. - Bibir sumbing. - Tumor kecil. - Hernia.

Pendaftaran calon pasien dapat dilakukan di bagian pendaftaran RS Dr. Suyoto. Pendaftaran sebaiknya dilakukan secepatnya, dikarenakan akan ada pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah layak untuk ikut program ini atau tidak.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021 - 7342012

nb : maaf saya relay juga via Planet Terasi, karena potensi manfaatnya. Tolong sampaikan kepada yang membutuhkannya.

Firefox shortcuts

Thursday, April 24th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Salah satu hal yang menyenangkan dalam menggunakan Firefox adalah kelebihannya dari segi accessibility — Anda bisa dengan mudah menggunakannya baik dengan mouse maupun keyboard.
Ada banyak shortcut keyboard maupun mouse di Firefox, sehingga Anda bisa browsing dengan nyaman dengan menggunakan browser ini.

Beberapa yang biasa saya gunakan adalah sbb :

  • Ctrl-T : buka tab baru
  • Ctrl-W : tutup tab
  • Ctrl-PgUp/PgDn : pindah ke tab sebelum/sesudah
  • Alt-D : memindahkan cursor ke address bar, lalu langsung ketik URL yang ingin Anda buka
  • Ctrl-T lalu Tab : membuka tab baru, dan memindahkan cursor ke search bar. Ketikkan keyword yang ingin Anda cari, tekan Enter, dan langsung dapatkan hasilnya
  • Ctrl-[left click] : membuka link di tab baru, di background (tab yang sedang aktif tidak berubah)
  • Ctrl-Shift-[left click] : membuka link di tab baru, dan tampilkan tab baru tersebut
  • Ctrl-F : membuka search bar, ketik keyword yang ingin Anda cari dan tekan Enter. Untuk menemukan yang berikutnya, tekan Alt-N
  • Ctrl-F5 : hard reload — memaksa Firefox untuk reload ulang halaman ybs dari server, bypass cache. Kalau Anda berkali-kali menekan tombol reload tapi yang muncul masih halaman yang lama, coba tombol ini, pasti akan berhasil memaksa server membuat ulang halaman tsb.
  • Alt-[kiri /kanan] : Back / Forward
  • Ctrl-[mouse wheel] : mengubah ukuran huruf / font dari website ybs
  • F7 : membuat kursor muncul di halaman ybs, dan memungkinkan kita untuk memilih teks dengan menekan tombol Shift-[panah]. Tekan F7 lagi untuk menghilangkan kursor.
  • Tab : pindah dari field yang ada ke field yang lain

Semoga membantu Anda untuk semakin produktif dalam menggunakan browser yang canggih ini.

Games @ Linux

Tuesday, April 22nd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Secara pribadi, games kini bukan masalah lagi di Linux. Ada sangat banyak pilihan game berbasis Flash di Internet. Banyak yang kualitasnya bahkan lebih bagus daripada game yang berbayar !
Walaupun mungkin gambarnya tidak terlalu bagus, tapi dari segi gameplay, sangat banyak game Flash yang jauh lebih superior.

Edit : Berikut ini adalah beberapa situs game Flash yang bisa Anda coba :
(1) Kongregate.com
(2) Games.co.id

Anyway, tentu saja masih ada yang mencari software game di Linux. Sekarang ternyata zaman sudah sangat berubah. Dulu Linux biasa saya gunakan hanya untuk bekerja atau untuk menjalankan komputer server, ternyata kini sudah sangat banyak games berkualitas bagus yang bisa dijalankan di Linux.

Chris telah mencantumkan dan mereview 25 games paling bagus yang berjalan di Linux. Wah, bagus-bagus euy :)
Dan daftar tersebut semakin lengkap dengan informasi-informasi tambahan di komentar para pengunjung.

Masih ada game Windows yang ingin Anda mainkan di Linux ? Tidak masalah, pasang saja PlayOnLinux.
Gitu aja kok repot :)

OK, kembali ke… laptop Village Defense !

Empowered by Open Source : problem? no problem!

Wednesday, April 16th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

I was reading my post on OpenOffice 2.4 installation problem, when it occured to me that people may mistake the post as a complain. That’s not the case actually, in reality I was very happy to be able to find the solution. This context may be lost in that post though, since it’s a technical explanation on solving a problem.

Personally, I think if I stumbled on that problem with a proprietary software, I may not be able to enjoy the solution so soon. Since OpenOffice is licensed as free software (open source), I was free & empowered to :

[ 1 ] Ability to find the explanation from the source itself.
This is simply not possible with proprietary software. Even if you have support contract, you may have to go through layers of it support structure (first line, second line, and so on) before you’ll be able to talk with someone who understand the problem.

With access to the source, I was able to solve the problem myself.

[ 2 ] Enjoy clean code, easy to look through
Mucking through the source code may seem scary at first. And the code is in Java, which I’m not proficient at.

But to my joy, the source code was very clean, clear, and quite easy to read.
It took me very little time to spot the relevant code to my problem, which enable me to devise the solution.

[ 3 ] Ability to share (the solution)
Since the software itself is free, we are also free to publish the solution to the problem.

This is not always the case with proprietary software.
Example; say you’re using a disassembler to reverse-engineer a proprietary software, so you can look at its source code. This in itself is already a violation of law.
And if you managed to find the solution, don’t publish it. It’s just like telling everyone “hey, I just broke the law here!”

With free / open source software, we can share our experiences freely. No fear of litigation, like what already happened to several bloggers with proprietary software vendors.

A bit about me - I started my career as expert in various proprietary software. I used to own many accreditations - Cisco’s CCNA, Novell’s CNA. I was even a certified Microsoft Professional on Active Directory :) that was quite easy to be honest, I was able to pass one of the exam even when I had bad flu (read: blurring vision, running nose, bad case of headache).

As with any other job, I encountered many problems, which require me to solve. However, I have limited access to these tools. I can only do & hack so much.
In the end, I was blamed for problems which are impossible to resolve (eg: because the vendor refuses to fix it, etc), the company loses money, the customers got the share of the problem as well.
This is not acceptable.

So when I returned to Indonesia, I decided it’s time for a change.
I became an open source practitioner.

Now I have freedom on my hands, I’m free to hack as I wishes.
And my customers are enjoying it too as the result. Just a few days ago we installed a VPN appliance based on open source technologies on a big telco company. The appliance was customized to single sign-on to a directory server we previously setup, and provide VPN tunnel to its users secured with very strong 2048-bit encryption.
And the way it’s setup, it’s resilient, have high availability, require zero maintenance - just runs.

That’s the power of open source. That’s the power of freedom.

Free / open source software empowers us. It’s as simple as that.
Enjoy !

The Future : Open Source HARDWARE

Tuesday, April 15th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

We owe a lot of the latest advancements of IT to the open source movement. There’s no question now that without open source software, we would be so much backwards, and various computer-based enhancements would not be as widely spread & used in our daily lives as today.
Because open source software are free from various limitations (legal, secrecy, etc), it can be used in more places and more situation than the proprietary ones.

So what’s next ? Actually, or ideally, this should be the predecessor to the open source software movement, but I guess, as always, better late than never — open source hardware. Let’s welcome it together.
There are not too many of it at the moment (especially when compared to its software-based ones), but as the concept spreads, expect more to show up.

Personally, I was first attracted to Open Hardware because of the OpenBIOS project. BIOS is the small chip which boots up your computer. But back in the DOS era, you’ll also need it to access various hardware in your computer.
With proprietary BIOS, it was quite unpleasant. Some BIOS are unstable. Some are low performance, dragging the whole computer with it. And when you need it (for your software to perform), it’s a royal pain.

OpenBIOS enable bios to be robust, stable, (screaming) fast (can you say “my cluster boots in 3 seconds” in three seconds ?).
It single-handedly confirmed the need for & benefit of open source hardware.

More and more people are working on various open hardware projects. But the one most interesting today is the RepRap 3D printer.

A 3D printer by itself is already a very interesting stuff. Since these printers prints in 3D, not 2D, the results can be, well, anything.
Then there’s this feature where RepRap (REPlicating RApid Prototyper) can replicate / create itself. No kidding.
AND the hardware is open source. Way too cool.

I want one ! (too predictable :) )

And we can expect more on this topic. OScar, OScav, OSGV, and several others are all projects aiming to create open source car. Yes, car. Those 4 wheeled vehicles :)
For the disabled, there’s OpenProsthetics.org.
Fancy yourself a robot? Here’s an open source one, Leaf.
And if you’re looking for world domination, OpenStim and their open source brain stimulator might fit the bill.

Looks like it will be big pretty soon. And when it does, we will benefit from it as well.
Kudos to them all.

Further reading : [ Open source hardware @ Wikipedia ]

SOLVED: problem installing OpenOffice 2.4

Monday, April 14th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

If you already have OpenOffice 2.x.x installed, you may have problems installing version 2.4. You may got one of the following message when you executed OOo 2.4’s setup :

An older product is installed
– or –
Same product is installed

Searching on Google revealed almost nothing - but I did find the source code for OOo 2.4’s installer. So I checked it out.

Apparently, here’s OOo 2.4’s installer default behaviour when it encountered existing installation :
(quoted directly from the source code)

// Checking version of installed package:
// If installed package is older: Force update mode, no selection of packages
// If installed package is equal: Force maintenance mode, only selection of packages
// If installed package is newer: Abort installation with message

That’s definitely not sane decisions. There’s no choice to uninstall previous version, for example.

So I’ll have to uninstall the existing installation manually. Question is, how ?

I looked around the source code again, shortly I found this.

So the installation details are in RPM’s database. We can uninstall existing installation via RPM.

To find out existing installation, type rpm -q -a

There are quite a lot of packages installed by existing OpenOffice. Copy the output from the command above, paste into your favorite text editor, and make it into these :

rpm -e –nodeps openoffice.org-core02-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core03-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core04-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core05u-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core07-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-core09-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-writer-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-impress-2.3.1-9238
rpm -e –nodeps openoffice.org-math-2.3.1-9238
……….
(and so on)

Then paste those lines on terminal / shell. Wait while rpm uninstall everything.
(of course, do take care to just uninstall openoffice packages)

Once finished, try installing OpenOffice 2.4 again. This time it’d work just fine.

btw; I did these all on Ubuntu dapper & gutsy, but it should work on any distro.

Hope it helps someone else out there.

Dialog Blogger dengan Roy Suryo : laporan acara

Friday, April 11th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya tiba agak terlambat di acara ini karena harus menghadiri pernikahan sepupu saya (penghulu: sah? hadirin: sah! saya: **langsung menuju tkp** :) ). Alhamdulillah Riyogarta dengan baik hati membookingkan 1 kursi untuk saya, sehingga saya masih bisa masuk, karena PENONTON MEMBLUDAK ! Luar biasa animo masyarakat untuk acara ini, penonton membanjir sampai ke Bina Nusantara.

“Lho, maksudnya ?”
Ternyata banyak yang hadir di gedung Bina Nusantara, dan menonton acara melalui saluran teleconference :)
Di Universitas Budi Luhur sendiri penonton sampai rela berdiri untuk menonton acara ini, dan mengikutinya dengan antusias.

Acara saya lihat berjalan dengan agak lambat pada awalnya. Kedua pembicara berbicara dengan tempo biasa saling berganti-gantian, dengan diselingi oleh moderator (Abimanyu). Riyogarta berusaha mengarahkan acara ke topik yang dititipkan oleh komunitas blogger, sedangkan Roy Suryo cenderung mengelak, atau beberapa kali menyalahkan wartawan (salah kutip, dst).
Karena diskusi berjalan dengan biasa, moderator juga bisa menyelingi dan beberapa kali merangkum / mengarahkan, atau juga membahas hal lainnya yang relevan dengan yang sedang dibahas.

Ketika acara sudah hampir mendekati akhir sedangkan masih belum ada kesimpulan yang konklusif, Riyogarta kemudian mengambil inisiatif untuk lebih asertif.
Pernyataan-pernyataannya menjadi lebih to-the-point tanpa basa basi. Roy Suryo terus berusaha mengelak, namun kemudian mendapat kejutan ketika Riyogarta menyerahkan bingkisan yaitu sebuah blog dengan alamat roy.suryo.info :)

Pada saat ini diskusi berjalan dengan tempo yang sangat cepat, moderator hanya minta izin kepada peserta untuk memperpanjang acara (yang diiyakan), dan setelah itu nyaris tidak ada menginterupsi lagi.

Sesi interaktif (karena bukan hanya pertanyaan, namun juga pernyataan) dari hadirin cukup menarik. Ada yang mengusulkan Roy untuk membuat blog (ini disampaikan sebelum penyerahan blog roy.suryo.info) karena menurut ybs kok sepertinya wartawan sering sekali salah mengutip. Jadi masyarakat pun bisa mendapatkan informasi yang lebih akurat.
Ada juga pembuat petisi Roy Suryo (Ardian Perdana Putra) menyampaikan pernyataannya.

Yang tidak kalah menarik adalah berikutnya, yaitu mas Rane (alias JaF).
Kalau tidak salah, beliau menyatakan keberatannya karena Roy menyalahkan wartawan, dan minta solusinya. Usulan dari beliau sendiri adalah Roy mulai menulis (bukan cuma SMS :) ), misalnya berupa blog.
Setelah itu beliau juga menanyakan kepada Riyogarta bahwa, untuk adilnya, bukankah memang ada juga blogger yang negatif ? Dijawab kemudian oleh Riyogarta bahwa keberatan blogger adalah karena generalisasi yang dilakukan oleh Roy, dimana dibuat seakan-akan semua blogger = hacker = negatif.

Diskusi cukup berjalan panas pada saat ini, Roy beberapa kali terlihat juga agak emosi. Namun moderator saya kira cukup berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Saya sampai ketawa mendengar joke2nya (”kalau ini adalah acara duel, daripada jadi moderator mendingan saya jadi bandar - dapat duit !” :D )
Suasana yang mulai panas selalu berhasil dicairkan kembali.

Di akhir acara saya mencari-cari mas Rane, tapi beliau sepertinya sudah pulang. Saya justru ketemu dengan mas Wibi :) Kita sama-sama surprise, bengong, lalu ketawa bersama. Akhirnya, ketemu juga :)

Bertemu langsung dengan seseorang yang sudah kita kenal baik (di dunia maya) selalu adalah kejadian yang sangat, amat menyenangkan. Termasuk dengan Abimanyu - saya sudah kenal sejak zaman BBS (14 tahun??), tapi bertemu baru 2 kali: pertama kali sebagai saingan di sebuah tender proyek perusahaan MNC :D (dan baru belakangan saya sadar bahwa ada pak Abi disitu, haha). Dan kedua kalinya di acara ini. Kita berdua langsung difoto oleh nyonya Riyogarta (fotonya tolong email yaa, trims :) ).

OK, saya coba ringkas keseluruhan acara ini :

Riyogarta :
Tolong klarifikasi tuduhan-tuduhan Anda di media massa, seperti blogger = hacker, blogger negatif, dst

Roy Suryo :
1. Oh itu wartawan salah kutip (juga menyebut nama seperti Bobby/Indocommit)
2. Mari kita ngeblog yang positif

Riyogarta :
1. Aneh sekali lho kalau salah kutip bisa massal / kompak di semua media.
2. Ini ada bingkisan, yaitu blog di http://roy.suryo.info

Roy Suryo :
Oh, saya juga sudah punya kok roysuryo.info (hasil whois: valens?), tapi saya lebih memilih layer/jalur komunikasi saya sendiri (misal: SMS, HP, dst)

Riyogarta :
Lha pak, situ mengajak kita untuk blogging secara positif. Mbok ya tolong berikan contohnya, jadi kita bisa ikuti teladannya, begitu.
Sampeyan kan memberikan kita label blogger negatif, jadi tolonglah kasih contohnya blogger positif itu bagaimana.

Peserta :
Dengan adanya blog, maka Roy Suryo juga jadi bisa mengoreksi kalau ada keliru kutip dari wartawan.

Roy Suryo :
(bersikukuh bahwa hidup ini adalah pilihan, sepertinya dia tetap tidak akan ngeblog)

Peserta : (JaF/Rane) Mas Kuncoro sempat turun ke daerah untuk memperkenalkan blog, namun justru ditolak masyarakat karena “menurut Roy Suryo, blogger itu negatif/hacker”
Bagaimana ini ?

Roy Suryo : Membahas pengalaman dia sendiri memperkenalkan IT ke pelosok-pelosok daerah.

Roy Suryo : Wartawan tidak usah kutip saya lagi tidak apa.
Mulai sekarang kutip para bloggers saja.

Secara amat ringkas, kira-kiranya demikian. Bagi yang ingin tahu rekaman selengkapnya, bisa menikmatinya di situs Bina Nusantara.

Bersama dengan ini saya sebagai salah satu blogger Indonesia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Riyogarta : yang telah berkenan menyampaikan aspirasi kita, mencurahkan segenap waktu & pikirannya untuk acara ini.
2. Universitas Budi Luhur : yang sangat suportif dan mendukung acara ini. Walaupun jadwal dari Roy Suryo berubah berkali-kali, mereka tetap memprioritaskan acara ini.
3. Universitas Bina Nusantara : yang telah menyediakan fasilitas live stream & arsip video acara. Well done !
4. Abimanyu : yang telah berkenan untuk menjadi moderator di acara ini, dan memandu acara dengan sangat baik.
5. Peserta : terimakasih untuk dukungan Anda semua. Bersatu kita teguh :)
6. Dan tentu saja, Roy Suryo, yang telah berkenan hadir di acara ini. Jangan kapok ya pak :)

Maju terus blogger Indonesia !

Rujukan :
[ Rekaman video acara "Dialog Blogger dengan Roy Suryo" ]
[ Laporan mata mas Wibi ]

Dari Okezone.com :
Siarkan Live Streaming Roy vs Blogger, Situs Binus Kebanjiran Pengakses

Situasi Panas, Roy diberi domain blog
Roy tolak domain blog dari blogger
Blogger hargai penolakan domain oleh Roy Suryo
Waktu Sempit, Blogger tak puas jawaban Roy Suryo
.
Kompas :
Roy Suryo: Mereka Pengecut !!
Serunya Roy vs Riyogarta

Pertemuan @ Depkominfo

Tuesday, April 8th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kemarin malam saya tidak jadi bisa menghadiri pertemuan antara Menkominfo dan jajaran tim Depkominfo dengan komunitas blogger dan hacker. Riyogarta sibuk menggosipkan dengan Eko bahwa mungkin saya takut kena ciduk sepulang dari acara tersebut. Heh, tidak baik ya ngegosipin orang sakit ;)

Secara khusus saya minta maaf kepada mas Didit / Kompas, yang seharusnya berangkat ke pertemuan tersebut bersama-sama dengan saya. Juga kepada yang telah mengundang kita semua - mas Romi, pak Son, Menkominfo, dan para pengundang lainnya. Dan juga kepada beberapa rekan yang sebetulnya ingin sekali saya temui disana (mohon maaf ya mas Koen, perut saya boleh besar ukurannya, tapi bukan berarti kuat/tahan banting, he he).
Mudah-mudahan ketidak hadiran saya kemarin tidak menyebabkan kesulitan bagi yang lainnya.

Anyway, topik pembicaraannya sepertinya cukup luas dan general. Wajar saja, karena yang hadir juga cukup banyak. Kalau mau fokus, memang tidak bisa sebanyak itu. Namun di lain pihak, ini juga bagus karena jadi ada banyak variasi masukan.
Seperti pendapat kawan-kawan blogger lainnya, mudah-mudahan akan ada terus lanjutannya, sehingga semua masukan yang sudah ada bisa di follow up / ada lanjutannya juga.

Salah satu topik yang paling menonjol adalah soal sensor. Dari Depkominfo memang hanya diminta sensor film Fitna. Sayangnya, implementasinya di level ISP / carrier banyak menghasilkan collateral damage / korban yang tidak bersalah. Tentu saja kita juga tidak bisa menyalahkan ISP/carrier, karena mereka mungkin ada keterbatasan resources, sehingga implementasinya ada yang meleset.
Nah di pertemuan kemarin Menkominfo sudah mengundang kalau ada masukan yang bisa menghasilkan solusi yang lebih baik.

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa filtering wajib / mandatory oleh negara itu akan bisa banyak menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Saya pribadi percaya pada kebebasan informasi dan berpendapat.
Lagipula karena sifat Internet itu sendiri yang resilient dan terbuka, maka tidak akan ada bisa skema filtering yang 100% sukses. Betul kan ?

Namun di lain pihak, saya setuju bahwa hate speech (seperti film Fitna) tidak lagi berada di dalam kategori freedom of speech / kebebasan berpendapat.
Bahkan di ToS (Terms of Service, pasal 6E) Youtube.com sendiri ini sudah jelas tidak diizinkan, walaupun anehnya tetap saja tidak diapa-apakan (Youtube.com tidak konsisten dengan ToS-nya sendiri?)

Ditambah lagi jika pemerintah mendapatkan indikasi bahwa (misalnya) film Fitna ini dapat menyebabkan kerusuhan di masyarakat (karena misalnya ada anggota masyarakat yang kurang dewasa dalam menyikapinya), maka filtering Fitna bisa menjadi sesuatu yang perlu dilakukan.

Secara teknis, cara yang paling elegan / jalan tengahnya mungkin adalah dengan Depkominfo menyediakan sebuah daftar blacklist-URL, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang memerlukannya.
Blacklist tersebut bisa diakses oleh ISP/carrier/institusi/komputer saya di rumah dengan bebas.

Kelebihannya :

[ 1 ] Mengurangi korban yang tidak bersalah / collateral damage : Karena blacklist dilakukan secara fine-grained (per URL/halaman) / bukan sistim “bumi hangus” (seluruh domain), maka akan dapat mengurangi masalah yang mungkin akan timbul.

[ 2 ] Sentralisasi : sehingga ISP/carrier/institusi tidak repot. Cukup satu kali setting, maka akan selalu terus up to date.

Pemerintah bertanya, blogger menjawab. Ask, and ye shall receive. :)

Anyway, semoga silaturahmi antar ABG-K (Akademisi - Bisnis - Government - Komunitas) seperti ini bisa terus berlanjut dan berjalan dengan baik. Dan bisa ditiru juga oleh pihak-pihak lainnya.
Trims.

Fallacy : “XXX sudah dewasa, maka dia sudah tahu mana yang terbaik untuknya”

Tuesday, April 8th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Fallacy adalah kekeliruan dalam sebuah pendapat/argumen, yang menyebabkan seluruh argumen/pendapat tersebut keliru.

Salah satu contoh yang sering sekali kita baca di berbagai media atau kita dengar dari orang lain adalah yang tercantum di judul posting ini :-)
Silahkan ganti XXX dengan si Fulan, Harry, atau bahkan **glek** masyarakat.

Statement (misalnya) “Masyarakat kita sudah dewasa, maka mereka sudah tahu mana yang terbaik bagi mereka” adalah keliru karena asumsi yang digunakan sudah keliru.

Asumsi yang digunakan adalah jika dewasa = sudah tahu mana yang benar.
Padahal, bukan sekali dua kali kita menemukan orang yang dewasa secara fisik, namun secara mental setara dengan anak kita.

Sialnya, statement ini sering sekali digunakan dalam berbagai argumen oleh berbagai orang. Saya juga bingung kenapa. Karena statement model begini (generalisasi) bisa dipastikan tidak akan pernah bisa 100% benar.

Satu contoh lagi, kalau memang statement ini benar, maka mustinya tontonan sinetron picisan yang kini banyak di berbagai saluran TV kita tidak akan laku sama sekali :)
Tapi, kita sudah tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, jika statement tersebut benar, maka tentunya kita tidak akan menemukan orang yang menyakiti dirinya sendiri (narkoba, bunuh diri, dst).
Tapi, kita tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, … mm, atau mungkin saya cukupkan dulu sampai disini saja deh :)
Tapi silahkan saja jika ada yang ingin melanjutkan di komentar posting ini, tidak dilarang lho.

OK, posting ini kemungkinan akan menjadi rujukan bagi banyak posting saya selanjutnya di masa depan…