Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2007 » December

Archive for December, 2007

The Negative Mac

Sunday, December 30th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Inverted / Negative Mac Screen I was very happy when I found out that there’s a key combination that will invert the display of my Mac laptop.

If you press Cmd - Ctrl - Alt - 8, then your screen will change into an inverted state.
See the screenshot for the example.

This is most useful for example when you’ve been using your laptop for hours straight and still need to do so for several more hours, but you fear for your eyes. No worries, just press that key combination, and the display will become more easy to your eyes.

It’s also very helpful in very dim place - sometimes a place is just too dark, even the lowest brightness setting will still hurt your eyes. No longer a problem now; just press the buttons.

And when I need to do that quick SSH session in the middle of the night without waking up my significant other because of the brightness from the screen, this is just the ticket.
No, I don’t do it very often. Honestly.

Happy holiday everyone, hope you find this post useful too.

VMware : apa, mengapa, serta berbagai kelebihannya

Monday, December 24th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Di milis kom-tek ada sebuah pertanyaan, mengenai apakah VMware sudah layak digunakan untuk production / live environment ? Email tersebut jadi membuat saya teringat bahwa, walaupun saya sudah lama melakukan & merekomendasikannya ke banyak orang, namun saya belum pernah membahasnya secara agak mendetail.

Satu-satunya posting saya yang membahas topik ini belum menjawab pertanyaan dari ybs.
Karena itu kemudian saya sisihkan waktu untuk mencoba menuliskannya.

Harapan saya, setelah membaca artikel ini, maka kemudian Anda juga jadi dapat menikmati manfaat dari infrastruktur IT yang telah di virtualisasi.

Selamat menikmati & semoga bermanfaat :

From: Harry Sufehmi
To: KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com

On 12/17/07, Estu wrote:
> Rekan,
> Ssetelah membaca tentang vmware. akhirnya saya coba download vmware player. saya download file vmdk dan vmxnya dari http://www.easyvmx.com/ . Mungkin ada rekan-rekan yang pernah pakai vmware untuk server production yang mau berbagi pengalaman ? Rencana saya mau pakai vmware server yang free untuk win NT4, stabil nggak ya?
> sebenarnya apa beda masing2 produk vmware ( vmware server, vmware player, workstation, esx)

Kebetulan saya sudah implementasi VMware Server untuk production di beberapa client saya, sejak tahun 2004 (awalnya masih menggunakan VMware Workstation, VMware server ketika itu namanya masih VMware GSX)

Sejauh ini saya bisa merekomendasikan VMware. Beberapa contoh penggunaannya :

1. UAT server untuk birmingham.gov.uk
2. LTSP / thin-client server
3. Internet gateway server
4. Oracle server
5. Application server (tomcat)
6. dll

Semuanya tidak ada yang bermasalah. Dan client saya senang karena mendapat benefit dari virtualisasi. Terutama adalah disaster recovery — ketika ada masalah, services bisa kembali up & running dalam hitungan menit saja.

Vmware server : yang mudah didapat & banyak digunakan untuk production environment
Vmware player : hanya player / tidak bisa dipakai untuk membuat virtual machine
Vmware ESX : setahu saya ini hardware-based, berupa card.
Vmware workstation : lebih fokus untuk keperluan di desktop : bisa dimanage dengan mudah secara centralized, bisa di deploy dalam skala besar dalam waktu singkat, dst

Moga membantu menjelaskan.

Salam,
Harry

Email tersebut kemudian mendapat beberapa balasan yang tertarik dengan email singkat tersebut, dan ingin mengetahui lebih lanjut. Karena itu kemudian saya membuat reply sbb :

From: Harry Sufehmi
To: KOMPUTER-TEKNOLOGI@yahoogroups.com

Halo mas Andri — email ini juga sekaligus membalas email mas Yudi.

Memang penggunaan VMware (ataupun teknologi virtualisasi lainnya) di Indonesia masih belum terlalu memasyarakat. Saya selalu mempromosikan ini karena berbagai kelebihannya dibandingkan dengan infrastruktur non-virtual :

[ 1 ] Lebih hemat server :
jumlah server bisa ditekan sampai 50% lebih sedikit, atau bahkan lebih lagi dari itu

[ 2 ] Less heat :
panas di datacenter kita jadi berkurang, karena poin 1

[ 3 ] Less cooling :
karena poin 2, maka alat pendingin / AC yang diperlukan juga tidak sebanyak yang biasanya

[ 4 ] Less electricity :
karena poin 1 & 3, maka datacenter kita jadi hanya memerlukan daya listrik dalam jumlah yang jauh lebih sedikit

[ 5 ] Less space :
ruangan di datacenter adalah sesuatu yang sangat mahal, karena fasilitas yang terpasang di ruangan tersebut (AC, special floor, security features, special cabling, etc)
Karena poin 1, maka kita jadi bisa menghemat penggunaan space di datacenter kita.

[ 6 ] Easy to backup :
Full backup bisa dilakukan dengan mudah / fully automated.

[ 7 ] Fast disaster recovery :
ketika ada masalah, services bisa kembali up & running dalam hitungan menit. Cukup copy kan image dari VM (virtual machine) ybs ke komputer lainnya (apa saja, bahkan komputer desktop sekalipun) yang sudah terpasang VMware player / VMware server.

[ 8 ] Easier server management :
karena jumlah server secara fisik lebih sedikit, maka managementnya juga menjadi lebih mudah.

[ 9 ] Standardized hardware :
karena semua virtual machine akan berjalan pada konfigurasi hardware (virtual) yang sama, maka ini sangat memudahkan dalam management nya.
Contoh; kita bisa procure server yang berbeda total sekalipun dengan server-server lainnya yang sudah ada; asalkan bisa menjalankan VMware server maka tidak masalah.

Contoh lainnya; saya takjub ketika suatu hari saya ditunjukkan sebuah VM yang menjalankan DR-DOS dan bisa konek ke server Netware v4.x milik client saya tsb. Ketika saya tanya apakah sulit menemukan driver DOS untuk network card virtual dari VMware tersebut, sambil nyengir dia menjawab “tidak”.
Karena semua virtual machine dari VMware menggunakan hardware yang sama, maka driver-driver nya cenderung sudah tersedia dimana-mana, seringkali malah sudah built-in di OS yang kita gunakan (Linux, Solaris, dst).
Lain halnya ketika kita menggunakan sebuah hardware aneh dari vendor yang tidak terlalu dikenal (atau yang dikenal sekalipun).

[ 10 ] Easier Load management :
jika sebuah server (fisik) overload, maka opsi kita biasanya hanyalah upgrade server tersebut, atau menggantinya.
Ketika sebuah virtual machine overload, maka kita tinggal meng copy nya ke server lainnya yang lebih powerful.

[ 11 ] Less cost for resiliency :
Ketika kita memiliki 4 buah server fisik, maka jika kita ingin memasang power supply / hard disk / dll yang redundant di setiap server maka biaya nya menjadi sebanyak jumlah
server fisik tsb (4 buah)
Dengan server virtual, maka kita menghemat sampai 75% pada kasus ini.

[ 12 ] Dst

Disaster Recovery bisa lebih cepat karena kita hanya perlu meng copy kan backup image dari virtual machine ybs ke sebuah komputer lainnya (yang sudah ada VMware server terpasang) - dan maka virtual machine tsb kembali berjalan dengan baik.

Virtual Host tidak selalu butuh spec yang tinggi. Saya pernah menjalankan VMware di komputer Pentium III, no problem.
Mengapa bisa begitu ?

Perlu kita sadari bahwa kebanyakan aplikasi sebetulnya tidaklah CPU-intensive. Bahkan yang kita kira demikian pun, kalau kita periksa lagi, ternyata average CPU utilization nya seringkali masih single digit / dibawah 10 %

Jadi, seringkali saya bisa menjalankan 4 virtual machine sekaligus hanya di sebuah server dengan 1 buah prosesor dual-core.

Biasanya kita hanya perlu memastikan bahwa ada cukup memory untuk menjalankan semua virtual machine tsb tanpa menyebabkan swapping.

Ini yang sering rancu - ketika virtual machine lambat dikira karena prosesor kurang cepat; padahal ketika diteliti lagi sebetulnya karena kekurangan memory, sehingga masing2 virtual machine (VM) melakukan swapping.
Padahal pada kondisi biasa saja swapping sudah sangat “expensive”
(kecepatan memory bisa 100x lebih cepat daripada kecepatan hard disk).
Apalagi jika swapping sampai terjadi di VM (virtual machine).

Biasanya skenario saya adalah sbb :

[ 1 ] Banyak Virtual Host (VH)

[ 2 ] 1 buah backup VH : semua VM di backup kesini setiap malam secara
otomatis / kapasitas hard disk besar.
Kalau ada salah satu VH yang down, maka services di VH ybs bisa
dijalankan dulu sementara di mesin ini, sambil menunggu VH ybs selesai
direparasi.

Salam,
Harry Sufehmi

http://harry.sufehmi.com
http://rimbalinux.com

SRS iWOW 2 plugin for Mac iTunes

Saturday, December 15th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

SRS iWOW 2 for Mac iTunes

Beberapa hari yang lalu saya membeli bundelan promosi MacUpdate, terimakasih kepada Nanda untuk informasinya.
Yang paling saya perlukan adalah Swift Publisher untuk memungkinkan desain dengan cepat. Seringkali saya perlu, dan akhirnya jadi membuang-buang banyak waktu mencari-cari clipart yang cocok **dan** legal / bisa saya pakai untuk keperluan saya.

Kemudian saya juga memerlukan Yep untuk melihat ide interface sebuah DMS (document management system), PulpMotion untuk foto-foto keluarga, Marine Aquarium untuk eyecandy & anak-anak :) , iStabilizer untuk memperbaiki video-video rekaman handycam / handphone.
RapidWeaver sangat menarik, software ini memanfaatkan interface Mac OS X secara maksimal sehingga membuat website kini menjadi sangat mudah.

Ternyata cerita bundelan ini belum selesai sampai disitu saja.

Beberapa hari kemudian saya mendapat kejutan di mailbox saya — MacUpdate mengumumkan bahwa SRS iWOW 2 plugin for Mac iTunes disertakan di bundel promo tersebut, dan yang sudah membeli mendapatkan serial numbernya di email tersebut berikut link downloadnya.

Keterangan mengenai software ini adalah sebagai berikut :
“SRS WOW HD™ - improves the audio performance of compressed and uncompressed audio by expanding the size of the audio image in the horizontal and vertical sound field and creating a deep, rich bass response. The patented techniques in SRS WOW HD also retrieve information lost in the mixing process to create a more natural audio experience.”

Terus terang, saya skeptis :) bombastis banget gitu lho. Lagipula saya sudah melihat sendiri speaker laptop Powerbook saya ketika sedang mengganti hard disknya, kecil mungil nian. Gimana mau “deep, rich bass” ?
Ah, tapi gratis ini tho? Ya sudah, saya kemudian download dan install.

Saya benar-benar terkejut. Begitu plugin iWOW tersebut terpasang, kualitas output dari speaker laptop saya meningkat drastis !
Tercengang lumayan lama juga :D tidak menyangka speaker-speaker kecil itu bisa menghasilkan suara sebagus itu. Bahkan murottal juz-amma As Sudais pun jadi terdengar makin bagus.

Dasar skeptik, tetap saja masih kepikiran : “ah paling sugesti nih”. Lalu saya tekan switch On / Off di plugin tersebut.

Bedanya banyak euy :)
Antara ketika plugin tersebut diaktifkan dengan ketika tidak, kentara sekali bedanya. iWow !

Saya pikir jika dibeli terpisah pun sangat layak, karena memang memuaskan. Lha ini malah dapat gratis, hehe.
Highly recommended.

Bonus : saya ketawa saban melihat playlist juz-amma di iTunes …. murottal As-Sudais dianggap genre “Blues” ! :D Hah… ada yang doyan bercanda nih….
Skrinsyut terlampir.

The Blues Brothers

Ubuntu Linux untuk Sekolah Terbuka & Pondok Baca Arcamanik

Thursday, December 13th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Terimakasih untuk kawan-kawan dari komunitas Linux & Ubuntu Bandung yang telah turut memungkinkan ini menjadi kenyataan. Terlampir adalah surat terimakasih dari ibu Ida Sitompul dan sedikit rincian mengenai situasinya.

Bravo ! :D

Dengan bantuan anak-anak muda dari Komunitas Linux, kami menset up enam komputer dengan sistem thin client (LTSP). Saya membeli 2 komputer baru dual core, dan empat yang lebih murah untuk clientnya. Saya menghabiskan hanya 8 juta untuk keenam komputer itu dan 600 ribu untuk 5 meja komputer serta beberapa ratus lagi untuk LAN card dan pernak-pernik kecil lainnya. Total 9.000.000. Saya masih punya 3.000.000 lagi yang sengaja saya cadangkan untuk jaga-jaga, kalau-kalau sistem yang kami bangun tidak jalan.

Alhamdulillah sudah beberapa minggu ini anak-anak SMP terbuka sudah bisa menggunakan komputer untuk pelajaran TIK. Salah satu guru TIK mereka adalah Ibu Enggar (a.k.a Mrs. Kuncoro W). Ibu Guru mengajar hari Sabtu karena hari kerja lainnya ibu guru bekerja di Jakarta, demikian pula Pak Edi Hudoyo, guru TIK lainnya.

Sabtu, jam 7 pagi, anak-anak kelas 7 datang ke perpustakaan. Jam 8.30 anak-anak kelas 2 yang baru belajar bahasa Sunda dengan pak Gimmi, dosen Psikologi Unpad, berdatangan untuk belajar TIK. Ganti anak-anak kelas satu pindah ke Gedung Salsabil untuk belajar Bahasa Sunda. So things work out very well.

Terimakasih pada teman-teman who make it possible.

Salam,
ida

iPod Nano StarTrek

Wednesday, December 12th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83



Nano_startrek_2.jpg

Originally uploaded by ETCHSTAR

I was busy with life (and about 18 blog drafts to be finalized), when I stumbled on this.

My God I **SO** want this. And normally I don’t drool over iPods :)

And I want this Powerbook too.

Gah…. distractions. Must.. focus.

:D