Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2007 » January

Archive for January, 2007

Meeting Aktivis Linux @ Nurul Fikri

Tuesday, January 30th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Undangan ini disampaikan oleh P’Rusmanto di milis linux-aktivis@linux.or.id, terbuka untuk para aktivis Linux Indonesia. Saat ini sudah ada beberapa kawan dari luar kota yang juga sudah mengkonfirmasi kehadirannya.

Bagi yang tertarik, silahkan bisa mengkontak P’Rus langsung, karena ada keterbatasan tempat (max 40 orang). Atau komentar disini, maka nanti akan saya bantu sampaikan kepada beliau.

============

Pertemuan darat aktivis Linux yang diusulkan Pak Harry ternyata disambut hangat teman-teman aktivis.
Untuk itu saya undang teman-teman aktivis Linux hadir pada:

Sabtu, 3 Februari 2007, pukul 13-17 WIB.

Tempat: Gedung NF Computer, Jl. Margonda Raya 522 Depok (terkenal dengan daerah Kober atau Stasiun UI).

Agenda acara (usulan saya, silakan koreksi atau usul lain):

- Saling berbagi informasi, ide, dan pengalaman dalam penggunaan, pengembangan, dan promosi atau advokasi Linux.

- Menyusun masukan kepada pemerintah dalam rencananya menggunakan Linux untuk semua/sebagian komputernya.

- Lain-lain.

KRITERIA (ini juga masih versi saya, silakan koreksi atau usul lain):

- Aktivis Linux tidak harus menjadi anggota milis ini, tapi siapa saja yang sudah/akan melakukan salah satu atau beberapa hal ini: menggunakan, mengembangkan, menyebarluaskan, mendukung Linux :-)

- Linux dalam hal ini juga mencakup semua software yang berjalan di atas sistem operasi GNU/Linux. Ini sangat bisa diperdebatkan :-)

- Saya usul di Depok karena ruang kami bisa menampung 40 orang, dan Jl. Margonda Raya terkenal dengan banyak waroeng-nya, mulai dari waroeng internet, waroeng game, waroeng buku, dan segala jenis waroeng makan (warteg, cafe, restoran, hotel). Beberapa distro Linux seperti De2, WaroengIGOS, BlankOn, dan lain-lain juga dikembangkan dari Depok.

Yang ingin hadir dan belum confirm, mohon dinyatakan via milis ini atau kirim ke email saya jika khawatir mengganggu milis.

Rus

Leisure Suit Harry Looking For Love Laptop

Sunday, January 28th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Just arrived in Jakarta, loads of things to write about in this blog. But it will have to wait a bit, right now I’d like to write a little about my quest for a new laptop.

I’m looking to replace my old laptop. It was fine for my needs - composing documents, presentation, *nix server access. However, lately it has slowed down so much, it’s barely usable. At first I suspected spyware/virus, but found nothing. After much tweaking, it’s a bit better. However, it’s started to look worn-out (lesson: don’t buy laptop which case is painted). So I decided to look for a new one.

Here’s my requirements :

  1. Just Works : Nowadays most laptop is alright in regard to this requirement. You can start working with it right away. However, some are still problematic and/or even buggy. I’d rather avoid those.
  2. Looks good: Very important, since this will be the machine used to do presentation to clients
  3. Powerful: I’d like to upgrade only after 3 years or more. Upgrading is a time-consuming process, so I’d prefer to avoid it if possible.
  4. Won’t get scratched / worn out easily: I took care of my old laptop, yet it still got scratched somehow. Also the wrist pad looks very worn out. I think these happened easily because its case is painted. Otherwise, the case would be more resistant to wear and tear.
  5. Size: it will have to be less than 15 inch. 15 inch is maximum really. 17 inch is really nice for work with loads of documents in the same time, but since I’m mobile, it’s quite a bother to haul and use in any places. Also these big laptops tend to feel more fragile.
  6. Safe : I would very much prefer my laptop not to explode, cause fire which destroy my house, or damage my skin.
  7. Have a decent battery life: This may not be achievable though, since my definition of decent is something like 5-6 hours of heavy use. Instead, I may just buy an extra battery for it.
  8. The important features: bluetooth, wifi, etc.
  9. Weight: Hauling a heavy laptop all over the place is not really my idea of working-out. However, if it fulfill all the requirements above, I may reconsider.

At the moment I got a very lovely Apple Aluminium 15″ PowerBook G4 on my hands. A friend of mine allowed me to try it first before decding whether to buy it or not. Only 1 inch thick, if looks could kill then this would be it.
Despite already out in the market for years, it doesn’t have many flaws. It’s quite speedy, and fulfill all the requirements above close to my satisfaction. I’m yet to find non-Apple laptop which do so.

The only problem at the moment is its power adaptor - it’s the second, and it already broke down again (!)
After looking around, it seems that the adaptor is of very poor quality; bad, bad Apple.
I’m going to purchase a new one from here, and will let you know how it goes.

So then I looked on MacBook Pro, even offered a very good deal by my friend.
However, I found out its many possible problems, and hesitated.
Don’t get me wrong, I do know it’s only a possibility. I know a lot of my friends who have MacBook Pro and happy with it (or, have problems, but still happy with it). However, I’d rather avoid problems if possible.

OK, it’s back to square two - I’ve found a possible candidate (PowerBook G4), but I wonder if there’s something better than it. Ideas ?

Tips: a few ideas for your laptop:

1. If you’re looking to buy a MacBook, here’s an excellent discussion loaded with tips and insights.

2. I asked my friend how to protect MacBook / PowerBook / laptop’s casing. I found the answer [ here ] and [ here ]. No more scratches!

3. And here’s how you can protect the LCD screen.

4. Dust kept on sticking to my laptop screen, and it’s really annoying. I wonder if this product may help.

Hikmah dibalik MoU

Thursday, January 18th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kemarin adalah salah satu hari yang paling menggembirakan bagi saya karena banyak hal. Pertama, karena saya (akhirnya!) bisa bertemu dengan banyak aktivis open source, yang sebelumnya baru saya kenal secara virtual saja. Kedua, karena pemerintah ternyata mempunyai itikad baik untuk menampung aspirasi komunitas dan mendukungnya. Ini hampir tidak pernah terjadi sebelumnya saya kira pada bidang IT. Ketiga, karena kami semua memiliki ikatan yang kuat, yaitu keinginan untuk memajukan Indonesia melalui open source.

Komunitas menjadi makin kompak bersatu, dan saya kira ini adalah salah satu hikmah dibalik MoU kemarin ini.

Terimakasih kepada semua yang telah berpartisipasi, khususnya kepada mas Wandi yang telah mengundang kami ke acara tersebut.

Kesimpulannya; sering-sering lah pemerintah bikin MoU, sehingga kita juga jadi sering kumpul-kumpul *gdubrak* :D

Catatan Pertemuan dengan Menkominfo

Thursday, January 18th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Update: foto-foto sudah saya upload di akhir posting ini.

Pada hari Kamis, 18 Januari 2007, pkl 11:00; beberapa perwakilan komunitas open source Indonesia bertemu dengan Menkominfo, Sofyan Djalil, berikut beberapa staf ahli beliau dan kawan-kawan dari pihak wartawan. Daftar hadir (yang saya ingat) :

Komunitas OSS Indonesia:
Adang
Ahmad Sofyan (fade2bl.ac, Rimbalinux)
Andy Apdhani (Ubuntu Indonesia)
Aulia
Bona Simanjuntak (ICT Center)
Frans Thamura
Heru Nugroho (AirPutih)
Hidayat (Aspiluki)
Harry Sufehmi (Rimbalinux)
Made Wiryana
RMS :) (Rahmat M. Samik Ibrahim)
Romi Satria Wahono (IlmuKomputer.com, Brainmatics.com)
Teddy (FTII)
Rusmanto (InfoLinux)
Wandi (AirPutih)

Depkominfo:
Sofyan Djalil
Cahyana
Kemal
Alex

(mohon maaf sebelumnya jika ada kekeliruan dalam penulisan nama / ada yang terlewatkan, tolong kabari saja saya)

Pertemuan berlangsung dengan terbuka dan cukup blak-blakan, diawali dengan Menkominfo menjelaskan latar belakang MoU yang menghebohkan tersebut.
Ternyata, MoU ini adalah hasil kesepakatan dewan TIK nasional, yang beranggotakan antara lain menteri-menteri lainnya juga; seperti Menko Polkam, Perdagangan, Ekonomi, Dalam negeri, dll. Pada suatu pertemuannya, diangkat issue HAKI, dimana Indonesia tercatat sebagai negara pembajak terbesar di dunia. Hal ini berpengaruh ke banyak hal lainnya, seperti perdagangan, politik, dan lain-lain; dimana posisi Indonesia di dunia menjadi dipersulit karena ini.
Maka disepakati untuk melakukan suatu tindakan untuk meningkatkan rating Indonesia, yaitu dengan mengadakan MoU dengan Microsoft - sebagai vendor yang produknya paling banyak dibajak.

(Non-binding) MoU ini kemudian sedianya akan di follow up dengan kontrak pembelian lisensi software Microsoft, dimana dengan ini maka otomatis seluruh komputer pemerintah dianggap telah berlisensi dan legal menggunakan software Microsoft.
Dengan jumlah komputer pemerintah sebanyak sekitar 500.000 buah, maka nilai yang dibahas di MoU, menurut pendapat dewan TIK nasional, sudah termasuk cukup baik.

Ternyata MoU ini kemudian bocor, dan mengundang banyak protes dari banyak pihak. Menkominfo dikira sebagai “dalang”-nya, dan banyak mendapatkan kecaman, padahal sebetulnya ini adalah kesepakatan dewan TIK nasional.

Beberapa alasan MoU versus Migrasi OSS yang diajukan Menkominfo, yang kemudian dianggap mengada-ada oleh banyak pihak, ternyata adalah karena kekurangan informasi. Pada forum kemarin berbagai hal tersebut telah diklarifikasi.

Pemerintah sendiri tetap komitmen untuk OSS. Dibahas berbagai rencana kerja dan budget yang tersedia untuk itu. Menkominfo sendiri telah memasang OSS di komputernya sebagai langkah awal untuk memberikan contoh kepada staf-stafnya.
Champion program OSS pemerintah adalah Depristek dan Universitas.

Menkominfo menyatakan bahwa tidak masalah sama sekali jika MoU dibatalkan. Namun kemudian, apa solusi alternatifnya (untuk memperbaiki rating Indonesia di bidang pembajakan HAKI) ? Apakah komunitas siap untuk membantu pemerintah Go Legal ?

Diskusi yang cukup seru kemudian berlangsung dengan tema tersebut.

Yayasan AirPutih (Heru Nugroho & Wandi) mengatakan akan mengadakan program Helpdesk Nasional.Salah satu masalah OSS (Open Source Software/Solution) adalah support - siapa yang akan menyediakan dukungan teknis ? Program Helpdesk Nasional bertujuan untuk menyelesaikan masalah ini. Selain itu Yayasan AirPutih juga akan mengadakan pilot migration programme - ada 5 institusi (pemerintah, universitas, warnet, perusahaan, satu lagi saya lupa) yang dimigrasi 100% ke OSS, dan kemudian dapat dijadikan contoh.

Made Wiryana, yang baru saja sampai dari Jerman di Indonesia sehari sebelumnya, menjelaskan mengenai beberapa concern masalah teknis seputar migrasi ke OSS. Beliau juga menceritakan beberapa contoh kasus migrasi OSS pemerintah di Eropa.

Frans Thamura mengangkat issue mengenai pentingnya pembuatan kebijakan procurement yang pro OSS. Sebagai contoh diberikan antara lain jika pemerintah sudah migrasi, namun tetap ada software proprietrary yang dibeli, maka ini akan menjadi mengacaukan situasi yang ada; karena software proprietary ini akan menjadi sulit untuk dijalankan di platform OSS. Beberapa contoh antara lain adalah software custom-made dari Dirjen Pajak, Bea Cukei,dll.

Rusmanto mengusulkan diambilnya jalan tengah untuk MoU versus Migrasi OSS.
Dimana proses pemutihan/Pemerintah Go Legal terus berlangsung; namun pemerintah akan bernegosiasi dengan gigih untuk menekan nilai angkanya.
Dan sambil menunggu finalisasi kontrak legalisasi tersebut, pemerintah juga menjalankan program Migrasi OSS.
Dengan ini, maka diharapkan pada saat kontrak ditandatangani, maka seluruh/sebagian besar instansi pemerintah telah legal dengan menggunakan OSS.

Bona Simanjuntak melaporkan kesiapan SDM untuk mendukung program migrasi OSS pemerintah. Beliau menjelaskan jaringan IT SMK, dengan jumlah SDM yang cukup banyak.
Rusmanto menyatakan bahwa beliau optimis program Migrasi OSS pemerintah akan bisa berhasil dengan dukungan ini; dimana sejak 2001 InfoLinux tiap bulan telah menurunkan laporan perusahaan-perusahaan yang berhasil migrasi ke open source dengan perkiraan total mencapai 2.000 komputer di berbagai lokasi di Indonesia dengan resources yang terbatas. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Samudra Indonesia Tbk, Garuda Indonesia, Konimex Group, Astra Group, dan lain-lainnya.

Harry Sufehmi menjelaskan bahwa masalah teknis bukan masalah utama dalam migrasi OSS, karena bisa selalu dicarikan solusinya. Beberapa contoh seperti driver printer (ada turboprint.de yang gratis atau bisa juga berbayar), OSS lambat di komputer lama (OSS sudah terbukti bisa berjalan di komputer seharga Rp 300.000 dengan kecepatan komputer Pentium 4), menjalankan software proprietary di platform OSS (bisa menggunakan Wine, Crossover, VMware, dll).
Yang diperlukan adalah itikad & dukungan pemerintah, direalisasikan dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang teratur.
(Menkominfo kemudian menyatakan itikad pemerintah untuk menjalankan IGOS, dan mendukung komunitas untuk mengeksekusinya)

Mendukung jalan tengah yang diusulkan oleh Rusmanto.
Salah satu contohnya lagi adalah melisensi Microsoft Windows, namun untuk aplikasi Office (yang persentase harganya paling mahal) menggunakan OpenOffice. Ini akan dapat menghemat sangat banyak uang rakyat.

Mengusulkan untuk membuat semacam Dewan OSS Nasional, agar komunikasi dan koordinasi menjadi lancar. Jangan sampai harus ada MoU dulu baru kemudian berkumpul semuanya di meja bundar (said jokingly).

Menyampaikan terimakasih karena pihak pemerintah telah bersedia membukakan diri terhadap masukan-masukan dari grassroot/komunitas.

RMS kemudian menceritakan beberapa hal teknis seputar OSS, dan pengalaman UI dalam soal OSS.

Hidayat (Aspiluki) mengkritik program Bona Simanjuntak, karena menurutnya “guru ya guru, jangan merangkap-rangkap jadi trainer IT”, yang diprotes oleh Bona - dijelaskan bahwa ini selain meningkatkan kompetensi dan wawasan guru, juga bisa bermanfaat meningkatkan kesejahteraan para guru. Saya pribadi mendukung pandangan Bona dalam hal ini.
Hidayat melanjutkan dengan saran agar pemerintah membeli software legal, karena mendapat dukungan teknis (sebetulnya ini sudah terjawab dengan program Helpdesk Nasional), memberikan contoh “kalau beli software Microsoft pasti dapat support kan?” (tidak juga pak, satu contoh; Birmingham City Council membeli sekitar 15000 lisensi Windows, dan ketika ada corporate application yang tidak bisa berjalan gara-gara bug Internet Explorer, kami TIDAK mendapat support dari Microsoft. It was VERY painful)

Pertemuan ditutup dengan “tantangan” Menkominfo kepada komunitas untuk menjadikan Migrasi OSS Pemerintah (IGOS) menjadi kenyataan; agar komunitas bisa mengeksekusi program ini secara profesional dan business-like. Rusmanto kemudian ditunjuk oleh Depkominfo sebagai koordinator komunitas untuk ini.

Secara umum, pertemuan kemarin berjalan dengan sangat positif, dan mudah-mudahan akan ada hasil yang riil dari meeting tersebut untuk program OSS Indonesia.
Saya pribadi juga senang sekali karena dapat bertemu dengan banyak kawan-kawan aktivis yang sebelumnya cuma dikenal secara virtual.

Foto-foto insyaAllah akan saya upload belakangan.

Jika ada kekeliruan/kekurangan dalam catatan meeting ini, tolong kabari saya agar dapat dikoreksi. Terimakasih.

Link ke bahasan serupa: Masih tentang MoU Microsoft

Semua penamaan dimulai dari kiri ke kanan, untuk yang nampak mukanya saja.

thamura-rusmanto-adang-rmsi-asofyan.jpg

Frans, Rusmanto, Adang, RMS(I), Sofyan

romi-wandi-bona-aulia.jpg

Romi, Wandi, Aulia

romi-adang-asofyan-rmsi.jpg

Romi, Adang, Sofyan

cahyana-sdjalil-kemal-alex-heru-hidayat.jpg

Cahyana, Sofyan Djalil, Kemal, Heru, Hidayat

aulia-rusmanto-thamura-adang-wiryana-teddy-romi.jpg

Aulia, Rusmanto, Frans, Adang, Wiryana, Teddy, Romi

MySpace: dari 500 ribu account sampai ke 26 juta account

Wednesday, January 17th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Akhirnya ada juga artikel yang membeberkan “jerohan” website paling ramai dikunjungi di dunia saat ini, MySpace.com.
Walau tampilannya jelek (owh.. my eyes) tapi popularitas MySpace terus melejit dengan pesat.

Disitu diceritakan bagaimana mereka bisa mengakomodasi pertumbuhan yang spektakuler tersebut:

[ 1 ] Mulai dari 2 webserver - 1 DB,

[ 2 ] Lalu 1 master DB & 2 read-only DB

[ 3 ] Vertical partitioning : satu DB untuk setiap fitur (blog, profile, dll) website

[ 4 ] SAN (Storage Area Network) : mengatasi masalah bottleneck I/O dengan saling mengkonekkan semua database server yang ada di network internal berkecepatan tinggi

[ 5 ] Scale up OR Scale out ? Ketika total user MySpace mencapai 3 juta, arsitek MySpace dihadapkan pada 2 pilihan :

  • Scale up: Gunakan server besar (32 prosesor, gigabytes memory, dll) — simple, tapi mahal
  • Scale out: Gunakan banyak server biasa — murah, jauh lebih scaleable, tapi jauh lebih kompleks untuk di implementasikan

Akhirnya mereka menyadari bahwa pilihan Scale-up pun tidak akan bisa bertahan lama menghadapi tingkat pertumbuhan MySpace yang sedemikian besarnya. Sehingga mereka kemudian memilih Scale-out.

Database-database yang tadinya dipisahkan pada poin #3 digabungkan kembali menjadi satu database besar, dan kemudian disebarkan ke banyak server-server : setiap server database maksimum menyimpan data dari 2 juta user.
Kecuali database account user yang dipisahkan sendiri di sebuah server yang berkapasitas besar.

[ 6 ] Migrasi dari ColdFusion ke ASP.NET : mengurangi jumlah server yang dibutuhkan dari 246 menjadi 150.

[ 7 ] Virtualized SAN : Teknologi dari 3PARdata memungkinkan sebuah database disebarkan di ribuan hard disk pada jaringan SAN ybs. Ini membuat performa SAN menjadi merata, tidak ada bagian SAN yang overload sementara bagian lainnya tidak melakukan apa-apa.

[ 8 ] Database cache : sebetulnya ini adalah salah satu solusi paling efektif yang sudah bisa dilakukan sejak awal, namun entah kenapa terlewatkan oleh mereka :)

Server-server cache dengan kapasitas memory yang besar memungkinkan query yang sering dilakukan langsung dilayani tanpa perlu mengakses database. Server-server ini juga kemudian dimanfaatkan untuk menyimpan session files - yang sebelumnya disimpan di database.

[ 9 ] Memory bottleneck : database berukuran raksasa membutuhkan server dengan kapasitas dan bandwidth memory yang besar. Namun server-server 32 bit hanya bisa mengakses maksimum 4 GB memory.

MySpace kemudian melakukan migrasi ke SQL Server 2005, yang bisa berjalan di arsitektur 64-bit. Dan sejak tahun 2006, mereka menstandarisasi server-server database mereka dengan kapasitas memory sebesar 64 GB.

[ 10 ] Extended checkpoint : karena layanan MySpace tidak menuntut reliabilitas yang tinggi, maka mereka bisa men set checkpoint database s/d 2 jam.

Checkpoint adalah interval dimana database akan menyimpan secara permanen berbagai perubahan yang telah dilakukan ke disk. Interval yang lebih singkat akan menjadikan perubahan-perubahan lebih cepat disimpan, namun ini menurunkan performa database.

Seru :) ok, selamat menikmati.

TKW, nasibmu…

Wednesday, January 17th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Didats, yang sekarang sedang membanting tulang demi segenggam sekarung dinar di Kuwait, menceritakan pengalamannya sekitar TKW.

Kutipan:

Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka melihat para TKW. Selama ini mereka dieksploitasi sejak dari tanah air mereka sendiri. Para agen-agen TKW yang berada di Indonesia maupun Kuwait hanya meraup keuntungan demi perutnya sendiri!

Eksploitasi sudah dimulai sejak masih di negeri sendiri :

TKW yang diberangkatkan dari Jakarta juga sudah menerima kenyataan pahit sejak dari tanah air mereka. Dibentak-bentak oleh para petugas bandara. Perandaiannya seperti seorang majikan yang sedang darah tinggi memarahi seorang pembantu yang kebetulan bersalah. Nah, masalahnya, para TKW yang berada di Bandara tidak salah apa-apa. Tapi sudah dibentak-bentak secara tidak wajar. Ini aku lihat sendiri ketika berangkat dari Jakarta.

Pesan Didats untuk para calon TKW:

Pesanku lewat tulisan ini adalah, JIKA DIANTARA PEMBACA ADALAH TKW (eh, ada ga ya), URUNGKAN NIATMU BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGERI LAIN (kalau selain PEMBANTU boleh! Justru dianjurkan). ATAU JIKA DIANTARA PEMBACA MEMPUNYAI SAUDARA YANG AKAN BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGARA LAIN, CEGAH! PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT, KAWAN.

Pesan Didats untuk pemerintah:

Pertanyaannya, DIMANA KESERIUSAN PEMERINTAH KUWAIT DAN INDONESIA? Apakah ini hanya kepentingan beberapa orang yang hanya ingin meraup keuntungan demi buncitnya perut sendiri?

Salah satu solusi :

negara seperti pakistan sudah menyatakan fatwa haram mengirim pembantu ke negara lain.

mereka menanggulangi masalah pengangguran dengan mengirim laki-laki bekerja di luar negeri, sedangkan perempuan bekerja di dalam negeri.

Iya ya, kenapa juga musti terus ekspor perempuan, sementara korban sudah jelas ada (banyak sekali malah)

Ayo mari kita link ke posting Didats ini, agar semakin banyak yang “aware” mengenai masalah ini.

catatan:
masalah TKW bukan cuma di Kuwait / negara-negara Arab. Banyak juga TKW Indonesia yang dizalimi di negara-negara lainnya.

catatan/2: maaf bagi para pemirsa Planet.Terasi, posting non-IT ini saya munculkan untuk mendapat publikasi yang lebih luas.

WordPress 2.0.7

Wednesday, January 17th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Dalam waktu beberapa hari saja, WordPress muncul versi barunya 2 kali -2.0.6, yang kemudian segera disusul oleh 2.0.7

Bagi yang masih belum tahu dan masih menggunakan versi 2.0.5 (atau sebelumnya) - segera upgrade !
Pada saat ini sudah ada cracker yang berkeliaran merusak situs-situs yang masih menggunakan WordPress versi lama tersebut.

OSS Indonesia: kritik, saran, dan dukung, mari …

Monday, January 15th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Selama beberapa bulan ini saya sudah baca banyak posting blog yang menyayangkan atau mengkritik pedas pemerintah seputar topik open source — mulai dari MoU dengan Microsoft yang menghebohkan itu, mengapa adopsi open source di Indonesia terasa lambat sekali, anggapan bahwa pemerintah tidak berbuat banyak untuk mendukung migrasi ke solusi open source (OSS = Open Source Solution/Software); dan berbagai posting-posting lainnya yang senada.

Alhamdulillah ternyata banyak sekali yang peduli mengenai soal ini. Ini penting sekali, karena ini adalah salah satu usaha untuk mewujudkan kedaulatan - sebagai suatu topik yang multi dimensi :

  • kedaulatan dalam soal pilihan software
  • kedaulatan dalam soal akses internet (singtel/taiwan down, indonesia lumpuh!)
  • kedaulatan dalam soal ekonomi
  • kedaulatan dalam soal pengelolaan sumber daya alam
  • kedaulatan dalam soal memutuskan berbagai kebijakan dalam negeri
  • Dan seterusnya

Tahap selanjutnya saya kira adalah mendukung. Pemerintah itu bukanlah sebuah entitas serba bisa. Mereka juga butuh dukungan dari kita, agar dapat mencapai tujuan yang kita inginkan.
Kalau kita melulu kritik, saya cemas kalau nantinya akhirnya para pejabat jadi merasa jemu; dan memilih berpaling kepada para pelobi vendor proprietary - yang sangat pandai dan halus dalam menyampaikan misinya.

Mudah-mudahan tidak ada yang salah paham - saya tetap berpendapat bahwa kritik itu sangat penting. Namun saya kira kita perlu perhatikan caranya, dan isinya - konstruktif, atau hanya penumpahan uneg-uneg tanpa solusi ?

Saya sendiri baru bisa memberikan contoh kecil saja pada saat ini. Selain pernah terlibat kecil-kecilan di beberapa proyek open source, pada saat ini staf di perusahaan saya mendapat keringanan untuk terlibat di berbagai proyek open source. Bahkan di kantor pun mereka boleh mengerjakan proyek open source mereka.

Namun dalam waktu dekat, mudah-mudahan perusahaan kami bisa berkontribusi lebih banyak lagi. Barusan saya dikontak mengenai peluang ini. Menilik proyeknya, saya sangat amat antusias bahwa ini akan menjadi terobosan besar dalam mendukung pemanfaatan solusi open source di Indonesia.
Tapi maaf saya akan rahasiakan detil proyeknya, supaya tidak ketahuan oleh pihak-pihak yang kontra :)
Saya hanya akan beberkan kepada pihak-pihak yang mungkin bisa berkontribusi untuk usaha ini.

OK, mari kita bersama-sama mendukung IGOS (Indonesia Goes Open Source) sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Mari !

Ketagihan Nge-blog

Sunday, January 7th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Capai setelah beraktivitas seharian, saya buka Planet Terasi untuk rileks membaca berbagai posting disana. Ketika membaca posting pak Budi, saya jadi tersenyum sendiri. Kelihatannya makin banyak saja yang ketagihan nge-blog !

Ini trend yang bagus saya kira. Terutama karena saya pernah merasakan zaman pra-Internet, dimana mencari informasi itu sulitnya luar biasa. Saya sampai menggunakan modem saya untuk dial ke Amerika, sehingga bisa konek ke Compuserve BBS - dengan bersenjatakan kartu kredit orang tua saya, hehehe. Setelahnya tentu saya kena damprat karena tagihan telpon dan kartu kredit yang membengkak, tapi yah no pain no gain ;)

Walhasil begitu sudah tahu internet dan bisa sedikit coding, maka saya membuat pangsit.com, sebagai sarana untuk berbagai pengetahuan. Kemudian ikut berbagai milis, lalu saya berpikir untuk membuat sarana yang memudahkan saya untuk menulis berbagai topik (tidak hanya komputer). Maka jadilah blog saya pada tahun 2001.

Blog home-made ini terus saya gunakan sambil saya mengamati perkembangan berbagai software blog yang ada. Saya sempat berkontribusi secara aktif di beberapa software blog, sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan WordPress 1.5. Sengaja menghindari beberapa software blog yang bukan open source karena cemas akan potensi data lock-in (dan kemudian benar terjadi pada beberapa software/website blog). Dan sampai sekarang saya masih terus menggunakan WordPress.

Hanya saja frekuensi update saya tidak bisa sesering yang saya inginkan. Pada saat ini, ada 3 bahan artikel di bookmark saya, dan 4 buah draft di dashboard WordPress. Selalu mencari waktu untuk menulis, sebelum idenya larut ke bawah sadar saya.

Kini makin mudah saja untuk berbagi ide, renungan, dan pengetahuan; berkat adanya blog. Mudah-mudahan semakin banyak yang terjun dan ketagihan blog, sehingga kita semua mendapatkan manfaatnya !

Tabrakan lagi…

Saturday, January 6th, 2007

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kembali mobil saya di tabrak motor kemarin. Mungkin ini sudah kali yang ke enam. Mobil tahun 2005 ini kini sudah banyak baret, dan kali ini ditambah dengan bemper belakang yang penyok.

Syukurnya, motornya sendiri tidak apa-apa, kalau tidak wah istri saya bisa dikeroyok massa. Buktinya dia langsung kabur sekencang-kencangnya di tengah padatnya lalu-lintas, sambil menyalip kiri-kanan dengan lincahnya.

Terus terang saya bingung bagaimana solusi dari masalah ini. Kita bisa mencegah menabrak orang lain dengan mengemudi secara hati-hati. Tapi mencegah dari di tabrak ?

Ada ide ?