Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2006 » December

Archive for December, 2006

Load testing - the quick & easy way

Sunday, December 31st, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

I’ve been doing load / capacity testing stuff for years now. In fact, my 2000 Master (S2) thesis was about this exact topic.

There are many ways to do this.
First, as with any other projects, you’ll need to define your requirements & objectives. Only then you can start choosing the tools and the methodologies.
This is probably where most people went wrong. Load testing doesn’t have to be hard to do, but when you haven’t defined the requirements & objectives, then chance are you’ll be doing it incorrectly.

Second, devise the methodology.
There are 3 main ways to simulate a real-life load on the IT infrastructure :

[ 1 ] Pure simulation :
Some software enable you to do this. You defined the infrastructure first in that simulation software - the servers, the network links, capacity of each items, how it interacts with each other, and so on.

This is fine, actually quite great, to get a big picture of our infrastructure.

[ 2 ] Network simulation :
Sometimes (or, many times) you’ll need to focus on the network. The network is probably the most important aspect of any IT infrastructure. Without a network, each computer is in its own island, and its usefulness diminished by a huge deal.

Some software will enable you to simulate your network, and then runs various test cases on it. You’ll then be able to measure the performance of the network - what’s max throughput ? latency ? any dropped packets ?
You may even find bottlenecks where you didn’t expect any.

[ 3 ] Application-level simulation :
Some software enable you to show you the behaviour of an application based on simulated load.

An example is the software used to simulate visitors to your webserver.

It’s really great because you’re actually seeing the real hardware performing to (close to) real requests. The results sometimes can be quite different from the testing we discussed on point 1.

There are many software now available to do our laod testing. Some are free, some are easy to use, some are very expensive (to the tune of tens of thousand dollars), some are very hard to configure, and so on.

But if you have defined your requirements & methodology, it will be quite easy to pick the one suitable for your needs.

Load testing - the quick & easy way

If your needs are simple, for example you’re optimizing a webserver and just need a rough idea on how it currently performs, then you can just use OpenWebLoad. I simply haven’t found anything more simple.
I know, it has not been updated since 2001. But this is probably because it **works** :)

Once you got it installed, testing your webserver can be as simple as openload http://asiablogging.com 10
That command means you’d like to simulate 10 visitors hitting your website as quickly as possible.

That’s it :)
Very simple isn’t it? Yet it has helped me many times when I was optimizing our customers’ servers.

OK gotta go, hope you find it useful. And, happy new year !

Koneksi Internet Sekarat, Buka Regulasi Satelit ?

Thursday, December 28th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Singkat saja - ketika akses Internet Indonesia terputus, banyak bisnis yang kemudian menyadari bagaimana Internet telah menjadi kebutuhan yang vital bagi kelancaran usaha mereka. Sore ini saya menonton berita di TV, beberapa bisnis di interview dan mereka mengeluh bahwa omset bisnis mereka drop sampai menjadi nol sejak akses Internet Indonesia terputus.

Setelah kini kita menyadari bagaimana akses Internet telah menjadi hajat hidup banyak orang, mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan momen ini untuk mendorong pemerintah membebaskan akses internet via satelit.

Just say no to : duopoli akses internet via satelit !

Pelestarian (pengawetan?) data

Tuesday, December 26th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Ketika dulu CD-R mulai meluas pemakaiannya, saya sempat merasa gembira sekali. Saya pikir, selesai sudah rutinitas meng copy ulang data-data dari disket tua (baca: berumur beberapa bulan) ke disket baru. Hal ini musti dilakukan, karena disket termasuk ringkih. Beberapa bulan saja datanya sudah bisa tidak terbaca lagi - kalau tidak jamuran, maka karena kerusakan fisik akibat terlalu sering digunakan.

CD-R terkesan solid, dan memberi ketenangan bahwa data kita akan tersimpan aman disitu selama bertahun-tahun. Apalagi dengan klaim berbagai pembuat CD-R, bahwa data kita akan aman di disc buatan mereka selama 10 / 20 / 50 tahun.

Namun setelah beberapa tahun, fakta yang sebenarnya mulai terungkap :

1. CD tidak boleh terkena sinar matahari langsung
2. CD mudah tergores. Walaupun goresan pada sisi bawah (yang berkilau) belum tentu akan menghancurkan CD, goresan pada sisi atas (”label”) dapat langsung melenyapkan data Anda.
3. CD tidak boleh disimpan di tempat yang lembab
4. Banyak CD-R murahan yang hanya dapat menyimpan data Anda paling lama satu tahun saja
5. Kotak penyimpanan CD, yang plastiknya mengandung asam (acid), dapat memperpendek umur CD
6. Menulis di atas CD dengan spidol yang bukan khusus untuk CD dapat merusak data Anda

Kini CD sudah mulai digantikan oleh DVD, namun pertanyaannya tetap sama - bagaimana cara untuk mengamankan data kita dalam jangka waktu yang lebih lama ?

1. DVD-R atau DVD+R ? Jawab: DVD+R
Mengapa? = “inferior error correction, inferior ‘wobble’ tracking, and the fact its data writing methods look like an un-needed halfway point between CD-R and DVD+R

2. DVD+R yang terbaik kualitasnya ? Jawab: Taiyo-Yuden.

3. Tidak ada DVD+R dengan merk Taiyo-Yuden di pasaran !
Jawab: Coba cari DVD+R merk Fuji yang buatan Jepang, Panasonic, jenis-jenis Verbatim & Sony tertentu,

4. Selain Taiyo-Yuden, apalagi yang bagus dan harganya lebih terjangkau?
Jawab: CD/DVD produksi Mitsubishi Chemical Company (MCC), Maxell, dan TDK.

5. Bagaimana cara akurat untuk mengetahui sebuah disc adalah produksi Taiyo-Yuden / MCC / dll ?
Jawab: Pilih salah satu dari beberapa software yang dicantumkan di halaman ini.

Beberapa informasi menarik lainnya :

1. Tape backup TIDAK reliable. Saya kebetulan sudah mengalami ini sendiri :( tape backup berumur kurang dari satu tahun, sudah tidak bisa di restore lagi.
ALWAYS test your backup.

2. Masa depan: Holographic storage.
Menurut Star Trek, tahun 2200 baru nampak teknologi holographic storage, syukurlah ternyata tidak lama lagi kita sudah bisa menikmatinya.

Moga bermanfaat.

Referensi: [ 1 ] - [ 2 ]

Tutorial Fusebox

Saturday, December 23rd, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Fusebox adalah framework untuk PHP/ColdFusion yang cukup populer. Setahu saya, detik.com dan Kompas dibangun dengan menggunakan framework ini. Mungkin ada lagi, silahkan berkomentar di posting ini.

Mengapa menggunakan framework ?
Framework dapat menghemat waktu development secara sangat signifikan. Selain itu, juga memungkinkan Anda untuk menggunakan ulang code yang sudah dibuat sebelumnya dengan sangat mudah. Dan, sebuah proyek development jadi dapat dipecah menjadi komponen-komponen yang kemudian ditugaskan ke developer-developer yang berbeda lokasi sekalipun, dan tetap tidak masalah.

Keuntungan terbesar framework justru setelah development selesai - ketika suatu saat perlu dilakukan maintenance terhadap sistem (penambahan, koreksi, dll), maka jadi dapat dilakukan dengan mudah. Dimana biasanya biaya maintenance suatu sistem bisa jauh lebih mahal daripada biaya development nya.

Kelebihan Fusebox dari berbagai framework PHP lainnya (ada sekitar 70 buah lebih) adalah kemudahan pemakaiannya.
Fusebox semata-mata mengatur / merapikan alur development, tidak lebih tidak kurang. Karenanya file-file inti / core Fusebox hanya berukuran sekitar 32 KB saja.

Posting ini akan dilanjutkan lagi, berikut dengan file tutorial memulai pemrograman dengan framework Fusebox.

scanR

Saturday, December 23rd, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah situs yang sangat berguna bagi mereka yang sering berpindah tempat. scanR memungkinkan kita untuk mendokumentasikan berbagai hal cukup dengan menggunakan kamera handphone kita — coret-coretan di whiteboard setelah meeting, dokumen-dokumen / fax, dan bahkan juga kartu nama.

Caranya mudah sekali, cukup download software scanR dari situsnya yang sesuai dengan handphone Anda, lalu langsung mulai ! Foto dokumen/kartu nama/whiteboard, maka kemudian hasilnya akan dikirim ke alamat email Anda.
Jika dikombinasikan dengan kapasitas Gmail.com yang nyaris sebesar 3GB, maka praktis langsung menjadi arsip yang bisa diakses dari mana saja.

Proses uploadnya memang akan melalui GPRS, jadi ini mungkin bisa menjadi mahal biayanya. Namun bagi yang memerlukannya, scanR adalah penyelamat bagi mereka.

Tren Nama Anak & Google

Friday, December 22nd, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Nemu posting soal nama anak dari blognya Andry, menarik poin-poin yang diangkat disitu.

Saya kira perlu ditambahkan satu hal lagi yang juga sekarang makin penting untuk diperhatikan dalam memberi nama anak : apakah nama anak saya akan bisa ditemukan dengan mudah di Google ??
;)

Jaman sekarang ini, jangan menamakan anak hanya dengan “Sukandar” misalnya. Kesian nanti dia kesulitan menemukan jejaknya di Internet. “Sukandarr” adalah pilihan yang lebih unik, bisa dibuktikan dengan fakta bahwa pada saat ini belum ada satupun hits nya di Google.

Selain itu anak Anda nanti juga akan berterima kasih karena kelak usernamenya di Google adalah sukandarr@gmail.com, dan bukannya sukandar_731485668@gmail.com

Atau kalaupun ingin menamakan anak “Sukandar”, maka bisa dipadukan dengan beberapa nama lainnya. Contoh; Sukandar Bagus Hidungnya. Nah.. kalau begini, lagi-lagi menjadi unik di Google.
Dan saya yakin pasti dia akan berhasil mendapatkan username sukandar_bagus_hidungnya@gmail.com

Ini trik yang saya gunakan pada beberapa anak saya; karena ingin nama mereka ada doanya (maaf boss Andry, saya sudah melanggar satu poin di posting Anda !), maka yang pertama saya beri nama Anisah. Nah, supaya kelak dia tidak menyesali bapaknya (huuuu papa, lihat nih friendster ku jadi friendster.com/anisah98745945, huaa), maka namanya saya “lengkapi” menjadi Anisah Salma Hijriyyah. Ha, sekarang jejaknya di dunia maya jadi bisa ditemukan dengan mudah.

Yang hebat itu sebetulnya adalah orang tua saya. Belum ada Google, tapi mereka sudah berhasil antisipasi ini !
Kalau tidak percaya, coba cari “sufehmi” - apakah ada yang bukan saya di hasil searchnya ? Pasti tidak :)

Benar-benar orang tua yang visioner.

3B - Bed, Bathroom. Bus

Sunday, December 17th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Visiting my parents a few days ago, I happen to watch an expert being interviewed on how to maximize our brain potentials. In short, according to their research, the brain perform best on 3B - Bed, Bathroom, and Bus. How come ?

Basically, those places are where we stop, and gave the brain time to reflect and analyze the data gathered so far (instead of busy doing everything else).

The Bed

You may have heard the saying “just sleep on the problem” — there’s truth to it. Even Michaelangelo used to sleep while he was working on his painting (if only we can do that in our cubicles..). Being on the bed / sleeping forces our brain to stop doing anything. Therefore, it’ll instead use this opportunity to do data analysis. It ended up as dreams sometimes. But after we woke up, many times we’ll have better understanding (and potential solution) to the problem.

A bit of deviation from the topic - praying have same (if not better) effect; especially since it takes very little time (10 - 15 minutes). When we pray, we’re forced to forget about our businesses, and focus only on a single point. This gives us clarity on that moment.
My friend once said (rather jokingly, but also seriously) that if you want to find the stuff that you’re missing - then pray. You’ll remember where you left it when you’re praying.

The Bathroom

My wife used to complain that I took so much time to bath. Well, beside the fact that I like things clean, it’s also my experience that I tend to get the best ideas when I was in the bathroom. Other variations might be the spa, sauna, etc.
It’s for the same reason as the Bedroom, in the bathroom we’re relaxed and thus able to think more clearly. Forcing your brain to be in overdrive all day long is not really healthy. The 3B give us breaks from it.

Nowadays she no longer complain about it. But I also try to avoid using the bathroom on “peak-hours” :)

The Bus

Basically just another place where you are relaxed and can think about things more clearly. While on the bus (or subway, train, whatever), you’re only standing up / sitting down, and doing very little else. Thus you’ll also tend to have the “eureka!” moments here.

So, how about you ?

Jangan Komen di Blog Seleb ! (SPOILER ALERT)

Saturday, December 16th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Mulai muncul kebingungan seputar “kampanye” Jangan Komen di Blog Seleb yang banyak muncul di berbagai blog Indonesia saat ini.

Untuk yang masih ingin mencari tahu apa sebenarnya ini, jangan baca dulu terusan posting ini.

Bagi yang betul-betul sudah kebingungan, silahkan lanjutkan membaca posting ini.

Untuk yang kebingungan, ini cuma joke.
Kalau masih tidak yakin, silahkan baca posting yang paling “kasar” ini, dan lihat apa kategori dari posting tersebut ;)

Joke ini berasal dari milis id-gmail@googlegroups.com (a.k.a kampung gajah).
Jika ingin lebih jelas lagi, silahkan bisa membaca arsip milis tersebut. (PERINGATAN PEMERINTAH: milis kampung gajah dapat menyebabkan sakit perut, kerusakan otak secara permanen, dan hilangnya waktu)

Sekalian komentar mengenai sebuah komentar mas Amal di postingnya yang berjudul “Komentar” (that’s quite a mouthful! :D ) :

Komentar di situs ini juga dibatasi hanya dibuka sampai 100 hari setelah pemuatan artikel — setelah itu ditutup.

Sekedar berbagi sedikit pengalaman (yang kemungkinan tidak relevannya 68%), di blog saya banyak posting yang bahkan telah berumur tahunan yang masih mendapatkan komentar baru. Dan komentar-komentar di posting “jadul” tersebut seringkali memberikan perspektif-perspektif yang sangat menarik.
Bagaimana bisa terjadi ? Ternyata, sejalan dengan waktu, maka Google juga cenderung meningkatkan peringkat (PageRank) dari halaman yang bersangkutan, sehingga menjadi lebih sering muncul di hasil searchnya.
Jadi saya pribadi tetap membuka komentar untuk semua posting di blog ini. Untuk memblokir spam yang sering mentargetkan posting-posting yang telah uzur, saya memanfaatkan jasa SpamKarma2 yang sejauh ini performanya tanpa cela (thanks lagi untuk Eko atas informasinya mengenai SK2)

OK mungkin itu dulu, back to work !

Proprietary kernel modules on Linux

Friday, December 15th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

I was pretty shocked when the idea to ban proprietary kernel modules on Linux first surfaced. Binary hardware drivers and VMware came to mind - if the ban is in place, we won’t be able to use these. And many other kernel modules.

As if Linux hasn’t got enough problems regarding hardware drivers as it is.

I was just about to write a response to the idea, when I found out that Linus already rejected it. Seems like we can always count on the man to ensure that common sense is actually common in Linux community. Good for us.

And he didn’t mince his words :

Because I think it’s stupid. So use somebody else than me to push your
political agendas, please.

He’d like to keep Linux dev strictly technical. Couldn’t agree more:

We should make decisions on TECHNICAL MERIT. And this one is clearly being
pushed on anything but.

Here’s a reminder that this kind of thinking is exactly the way of thinking of the proprietary vendors :

If people take our code, they’d better behave according to our rules. But
we shouldn’t have to behave according to the RIAA rules just because we
_listen_ to their music. Similarly, nobody should be forced to behave
according to our rules just because they _use_ our system.

A sarcastic reminder on the consequences of these way of thinking :

Do you really want to argue that “everything that has touched anything
copyrighted AT ALL is a derived work”? Do you feel lucky, punk?

As now, the idea has been thrown away. That’s a relief.
Back to work…

References :
[ 1 ] - [ 2 ]

Seleb blog yang sombong-sombong itu

Monday, December 11th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Ketika sedang berusaha membaca semua posting di kampung gajah (tapi sekarang saya sudah sadar bahwa ini adalah hal yang mustahil, bahkan dengan pengalaman sebagai junker sejak 1993 sekalipun), tidak sengaja menemukan posting ini : Seleb blog dan egonya

Wah… ternyata, kalau tidak membalas komentar orang, ada kemungkinan kita akan dilihat sebagai orang sombong ya ? :) Saya baru tahu kalau ada perspektif seperti itu, he he.
Bingung mengapa bisa ada pandangan begini, tapi mungkin ini teradopsi dari kebiasaan di friendster yaa —- kalau kita memberikan testimonial di profil seseorang, maka lazimnya ybs juga balas memberikan testimonial. Mungkin lho, saya juga tidak tahu.

Saya sendiri memulai blog ini tidak begitu memikirkan mengenai komentar. Blog ini benar-benar adalah buah dari sifat egois saya — ini adalah tempat saya menulis semua yang perlu dicatat, yang suatu saat mungkin perlu saya baca kembali. Kalau ternyata ada yang membaca dan mendapat manfaat, itu adalah efek samping (yang positif) saja.

Lama kelamaan sifat egois itu sudah mulai berkurang sih. Saya mulai mencoba menulis artikel yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Contohnya seperti artikel autisme di blog ini. Soal komentar, ya kalau ada tidak masalah, kalau tidak ada juga tidak masalah.

Ada juga beberapa posting yang memang saya harapkan ada komentarnya, karena saya memerlukan informasi dari orang lain. Seperti ketika saya memposting kupon diskon Dufan, dan saya perlu memeriksa apakah ini hoax atau bukan. Nah untuk posting seperti ini, saya memang berterimakasih sekali jika ada yang berkomentar.

Jadi saya kira, nge blog itu have fun saja lah. Enggak usah menunggu-nunggu komentar orang, nanti malah jadi bikin stress :)
Di lain pihak, trims juga kepada pembuat posting tersebut. Walaupun bukan seleb blog (statement ini 68% akurat), saya akan coba untuk lebih banyak blogwalking, dan meninggalkan komentar di mana-mana.

Yuk kita blogwalk.