Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Tech @ Sufehmi.com » 2006 » February

Archive for February, 2006

Undian Carrefour dan Data pribadi

Thursday, February 23rd, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Membaca peringatan dari Eko mengenai Carrefour, saya baru teringat kembali mengenai sebuah surat edaran dari ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia)

Singkatnya; beberapa waktu yang lalu, Carrefour mengadakan undian berhadiah. Setelah selesai dan hadiah-hadiah dibagikan kepada pemenangnya, entah kenapa kupon undian sisanya (yang tidak menang) tidak dimusnahkan.
Sialnya, kupon-kupon undian ini kemudian jatuh ke tangan orang-orang dengan niat jahat. Walhasil, kemudian mereka gunakan untuk menipu para pemilik dari kupon undian tersebut, bahwa mereka telah memenangkan undian. Padahal undian yang sebenarnya sudah usai.

Asperindo kemudian mengirimkan surat edaran kepada para anggotanya untuk mewaspadai para penipu ini. Disebutkan beberapa ciri-ciri mereka, sehingga para anggotanya bisa waspada dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Mungkin karena ini maka pada kasus Eko, surat dari para penipu tersebut dikirim via pos biasa - sehingga terlambat sampainya, he he.

Anyway - hati-hatilah selalu terhadap hal-hal seperti ini.

Links of the day

Friday, February 17th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

1. Munin - mempermudah monitoring infrastruktur IT Anda. [ Demo Munin ]

2. Trac - software untuk manajemen, er, software. Saya menemukan ini dari situs Munin, yang menggunakan Trac untuk manajemen development software-nya. Cukup menarik, termasuk yang terbaik idenya dari yang pernah saya temui.

3. Tea Trove - adalah koleksi software dari Walt Disney Internet Group, yang digunakan untuk menjalankan berbagai situs mereka; seperti ESPN.com, ABCnews.com, dan juga Disney.com
Kumpulan software ini mereka rilis dengan lisensi open source, sangat menarik.

Old stuff = sturdier, more reliable ?

Saturday, February 11th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

I noticed that some old computer stuff are sturdier than its newer ones. Probably because it was (way) more expensive back then, so the vendor can afford quality materials to build their products. It definitely is true for my old IBM keyboard.

However, could it be that these oldies are also more reliable ? I have personally seen old PCs, still running way past its intended service time. While its newer ones died just after its one year warranty expired.

Today I stumbled upon another kind of this incident.
I purchased an 100 Mbps Dlink switch to replace an aging DE-809TP 10 Mbps hub, from Dlink as well. However, my laptop failed to access the network whenever I plugged its cable to the new switch; but works fine if the cable is plugged to the old hub.

I thought it’s some kind of autodetection problem, I’ve read that some Dlink equipments sometimes misdetected your equipment’s speed (10/100 Mbps, full/half duplex), so I tried all of these combinations manually on my laptop’s network card. No joy. Even 10 Mbps half-duplex doesn’t work.
While plugging the laptop to the old hub with any settings (including auto-detect) will enable my laptop to access the LAN.

Baffled, I started to examine the cable itself. Soon I found that some parts of the cable has been gnawed by our local rats.
Doh :)

Since the cable is pretty long, I really don’t feel like replacing it. So, I daisy-chained the old hub to the new switch, and plugged my laptop to the old hub instead. Everything works without a hitch now.

It’s just too bad that the old hub got only 10 Mbps bandwidth, but that’s already enough for my needs for now. Still no idea how it works with the old one, but I’m not complaining :)

Old Browser ? Ha !

Wednesday, February 8th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

This afternoon I was on a client site on a project. I had a chance for quick break. So instead of reopening my laptop again, I just popped my Nokia 9500, and started reading the latest news.

I was doing this smoothly, until I tried to visit an article on ABC News. It complained that I’m using an OLD browser, and I should really, REALLY upgrade it.
Ha ha :)
I wonder who’s the designer of their website ? Probably they live in a hole on a remote island somewhere near Timbuktu. So they’re not aware that more and more people nowadays own a smartphone; and many of them have started to access the Internet from it.

For comparison; when I was working on my previous company’s website, among the requirements was making the website accessible to ANYONE. This includes the disabled, user with ancient browser, PDA / mobile users, and so on.
This is not some Fortune 500 company that I’m talking about, it’s just a public institution; which usually stereotyped as being totally incompetent on IT.
However, on this particular case, it’s so spectacularly on reverse.

Needless to say, I cancelled my visit to ABC News. Wonder how many have done the same, and instead went to their (non-discriminating) competitors ?

Sekolah Swadaya

Monday, February 6th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Beberapa minggu yang lalu, saya dan istri saya berkesempatan menemui seorang kawan yang dulu sama-sama berdomisili di Birmingham. Mbak Retno kini telah menyelesaikan studi S3-nya, dan kini kembali melanjutkan pengabdiannya di Depdiknas.

Setelah berbincang-bincang beberapa lama, kami kaget ketika menyadari bahwa disertasi beliau adalah mengenai sekolah non-formal.
Saya jadi ingat mengenai ide sekolah swadaya, dimana kegiatan persekolahan dilakukan oleh kita sendiri - namun kemudian diformalkan dengan ujian kesetaraan, dan mendapatkan ijazah resmi dari Depdiknas.
Ternyata, menurut beliau ya inilah sekolah non-formal itu. Jadi, sekolah non-formal / swadaya itu bisa di akomodir di sistem pendidikan Indonesia saat ini, dan anak muridnya bisa mendapat ijazah pula, sebagaimana kawan-kawannya yang bersekolah di sekolah formal.

Tidak itu saja, bahkan materi pendidikannya pun sudah ada. Jadi, tinggal dijalankan. Tidak perlu men-develop lagi materinya. Ada beberapa paketnya, seperti paket A dan paket B.

Sekolah swadaya ini pernah kami jalankan dulu ketika masih di Birmingham.
Ketika itu topiknya lebih mengarah kepada agama, karena materi pendidikan yang tersedia hanya itu pada saat tersebut. Cara pelaksanaannya mudah sekali - pertemuan dilakukan di rumah para peserta, secara bergantian. Pengajarnya adalah para ibu-ibunya sendiri, berganti-gantian juga.
Walhasil anak-anak senang sekali, karena suasana belajar-mengajar lebih rileks / tidak kaku, dan di lingkungan yang nyaman bagi mereka. Alhamdulillah, perkembangan mereka ketika itu sangat bagus jadinya.

Kembali ke ide sekolah swadaya di Indonesia - ini bisa menjadi alternatif yang sangat membantu masyarakat, karena :

  • Murah - tidak perlu membayar uang gedung, uang SPP, uang seragam, uang buku paket, dst.
    Biaya pendidikan jadi bisa ditekan menjadi sangat minim. Seorang kawan saya mengadakan sekolah untuk sekitar 60 anak jalanan, dengan biaya hanya Rp 200.000 / bulan. Luar biasa.
  • Terjangkau - karena biaya pendidikan menjadi sangat minim, tiba-tiba pendidikan menjadi sesuatu yang lebih terjangkau bagi banyak orang. Diharapkan makin banyak anak-anak yang bisa terhindar dari kasus putus sekolah karena ini.
  • Targeted / Specialized - di diskusi tersebut, mbak Retno juga mendiskusikan beberapa ide dimana sekolah swadaya bisa mengadaptasi kurikulumnya, sehingga menjadi lebih sesuai dengan minat dan bakat dari setiap anak. Ini agak sulit dilakukan di sekolah biasa, yang cenderung bersifat mass education; sehingga sulit untuk menyesuaikan materi pendidikan dengan minat/bakat setiap anak.
  • Lebih relevan - jika poin di atas digabungkan dengan ide apprenticeship / magang, maka tiba-tiba sekolah akan menjadi lebih relevan dan bermanfaat bagi masa depan sang anak. Sekolah bukan lagi semata-mata soal prestasi akademis, namun dapat secara riil menjadi sarana mengantarkan anak kepada kemandiriannya.

Bagi yang juga tertarik dengan ide ini, saya dapat membantu menghubungkan dengan beliau. Saya sedang mencoba memikirkan cara agar ide ini bisa terealisasi dan menyebar di masyarakat. Kita bisa membuat sebuah forum khusus bagi peminat ide ini, dan kita coba godok agar bisa terimplementasikan.

Semoga bermanfaat.

Berkarir dengan Linux

Sunday, February 5th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Beberapa hari yang lalu kebetulan saya bertemu dengan Pak Rusmanto dan fade2blac. Kita berbicara mengenai berbagai topik. Suatu ketika, pak Rus menyinggung informasi mengenai kursus Linux yang diadakan oleh Nurul Fikri.

Ternyata,

  • Lulusan kelas Linux nya “laku” keras.
  • Tidak bisa “memesan” mendadak - jika Anda tertarik untuk menjadikan salah satu peserta kursus tersebut sebagai pegawai Anda, maka harus menunggu. Wah, seperti memesan Honda Jazz saja :) indent dulu, he he.
  • Ketika para lulusan SMA lainnya berkutat dengan gaji di bawah / pas UMR, lulusan kursus Linux Nurul Fikri bisa mengharapkan gaji sekitar Rp 2.000.000, fresh graduate.

Jadi bagi yang hampir lulus SMA dan ingin berkarir di bidang IT, ini adalah sebuah peluang yang sangat bagus, karena pesaingnya masih sangat sedikit.

Dan ini adalah peluang juga bagi investor - Anda bisa membuka cabang Nurul Fikri di kota Anda, dan melihat bagaimana lulusan LPK Anda sudah di-booking bahkan sebelum lulus. Tentunya, ini akan membuat LPK Anda sangat menarik bagi para calon siswa.

Bagi yang tertarik, silahkan bisa langsung menghubungi Pak Rus.

Hati-hati obat flu

Saturday, February 4th, 2006

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/tech.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

FDA (Food and Drug Administration, semacam Badan Pengawas Obat dan Makanan) telah memerintahkan penarikan obat-obatan yang mengandung PhenylPropanolAmine (PPA), karena berpotensi menyebabkan stroke atau pendarahan otak.

Namun, ternyata beberapa obat flu di Indonesia masih ada yang menggunakannya.
Beberapa di antaranya adalah Neozep, Decolgen, UltraFlu, Sanaflu.

Beberapa obat flu yang tidak mengandung PPA adalah Panadol Cold & Flu, Inza, Biogesic.

Mudah-mudahan informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda, dan bisa ditindak lanjut oleh pihak yang berwenang.


Kalau pemerintah Amerika melarang sama sekali penggunaan PPA, pemerintah Indonesia ternyata masih mengizinkannya, maksimal 15 mg per dosis : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0106/20/iptek/masi10.htm
Informasi dari baskara, via milis teknologia @ googlegroups.com


Tanggapan dari P.Y. Adi Prasaja , via milis teknologia @ googlegroups.com :

> >PseudoEphedrine, seperti misalnya produk Inza yang sudah tidak
> >menggunakan PPA. dengan komposisi baru yang lebih aman…….yaitu
> >Pseudoephedrine.

Hints: pseudoefedrin = ppa. Dan, tidak dibubuhkan klorfeniramin maleat (ctm) bukannya biar
jadi lebih murah, wong ctm itu murah sekali (hi..hi..).

Saran saya sih jangan terlalu ‘overreacting’, laporan pada clinical trial fase 4
seperti ini adalah hal ‘biasa’ (saya bukannya bilang efeknya yang biasa lho).

dulu orang heboh membicarakan msg (micin), kemarin aspartam, sekarang fenilpronalamin.
duh .. kayaknya trauma formalin ini akan lama hilangnya. *)

tidak ada OTC drugs yang safe, cuman orang idiot yang bilang gitu (jaga lambung, hati,
ginjal, jantung dan otak anda). kalau dengar laporan otak bisa ‘lisis’ setelah imunisasi
kira-kira komentar anda-anda bagaimana? :-)

Salam,
P.Y. Adi Prasaja

*) micin masih dipakai sampai sekarang


Terimakasih atas berbagai tambahan informasinya, dan silahkan jika Anda ingin menambahkannya lagi.